
Kedepan, lanjut dia, pengolahan sampah dengan menggunakan maggot ini diharapkan bisa diikuti oleh semua RT yang ada diwilayahnya. “Saat ini baru satu RT, yakni RT03 RW03. Harapan kedepan bisa diikuti oleh semua RT dan sudah memiliki siklus seperti ini, karena manfaatnya bisa mengurai sampah organik, jadi mengurangi sampah yang akan di buang ke TPS dan juga bisa menjadi nilai ekonomis buat masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid Persampahan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan, semenjak sistem pengolahan sampah menggunakn maggot ini dikelola oleh DLH sudah banyak masyarakat yang datang ke sini untuk belajar, dan kali ini dari Kelurahan Pakuan.
Selain itu, lanjut Dimas, pengolahan sampah dengan sistem ini juga rencana akan disebar di setiap wilayah yang ada di Kota Bogor, termasuk kepada pelaku usaha lainnya.
“Saat ini memang baru sekitar pegawai DLH yang kita kelola, artinya bekas makanan yang sudah dikonsumsi oleh teman-teman DLH di bawa ke sini untuk kita olah atau berikan ke maggot. Dan selama kurang lebih 3 bulan jalan kami dapat mengurai sampah sebanyak 1 ton dan ini akan terus kita kembangkan,” katanya.
Untuk ditingkat kelurahan, sambung Dimas, Kelurahan Pakuan ini rencananya akan dijadikan percontohan bagi kelurahan-kelurahan lainnya yang ada di Kota Bogor. “Nah, kelurahan pakuan ini lah nanti akan kita sama-sama jadikan percontohan untuk pengolahan sampah dengan menggunakan maggot ini,” pungkasnya.
(Heri)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
======================================
====================================