SUasana di Rumah Sakit Ummi Kota Bogor

BOGOR TODAY – Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengungkapkan saat ini pihak Rumah Sakit Ummi tengah dilakukan pemeriksaan kepolisian atas tudingan menghalangi atau menghambat penanganan wabah penyakit menular. Laporan itu diduga berkaitan dengan pengambilan uji swab (swab test) Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab.

Disebutkan bahwa tim Satgas Covid-19 telah bertindak sesuai dengan kewenangannya, namun Dirut RS Ummi tidak memberikan penjelasan secara utuh protokol proses penanganan sewb test pasien tersebut.

“Kami minta ke depan terbuka, kerja sama, kalau gak bisa, kena pasal kalau menghalang-halangi. Saya ingatkan, saya tegur keras harus kooperatif, demi semua. Bagi kami kesehatan Habib penting, kesehatan pekerja di sini penting dan taat aturan juga penting,” Sabtu
(28/11/2020).

Kata Bima hal itu merupakan bagian dari kesepakatan bahwa ketika pengambilan (swab) itu semua harus sesuai dengan prosedur dan aturan. “Sekarang sedang didalami juga oleh kepolisian siapa saja yang ada disitu, kan harus ada sanksinya,” terang Bima.

Bima mengakui, saat ini juga belum ada hasil swab Habib Rizieq maupun keluarganya yang dilakukan oleh MER-C.

Terpisah, Paur Humas Polresta Bogor Kota, Ipda Rachmat Gumilar membenarkan pemeriksaan tersebut. Dari informasi yang didapati, laporan polisi tersebut tertuang dalam LP/650/XI/2020/JBR/POLRESTA BOGOR KOTA. Adapun pasal yang disangkakan yakni Pasal 14 Ayat 1, 2 UU Nomor 4 Tahun 1984.

Dalam laporannya, RS Ummi diduga menghalangi atau menghambat Satgas dalam penanganan atau penanggulangan wabah penyakit menular Covid-19 yang akan melakukan swab tes terhadap salah satu pasiennya yang diduga terpapar covid-19.

“Benar Polresta Bogor Kota telah menerima laporan tentang adanya dugaan pelanggaran dilaporkan dari pihak gugus. Penyidik sedang siapkan administrasi penyelidikan untuk memanggil saksi-saksi yang terkait dengan pelanggaran terutama dari pihak rumah sakit,” Terang Rachmat. (B. Supriyadi)