Burhanudin menyebut per hari produksi sampah mencapai 2.800 ton, namun hanya bisa tertangani secara efektif hanya 600 ton perhari. Hal tersebut tidak seimbang dengan luasnya wilayah Kabupaten Bogor yang mencapai 2.664 kilometer, sementara jumlah Tempat
Pembuangan Akhir (TPA) terbatas.

“Maka yang terjadi adalah penumpukan sampah, bahkan sungai dianggap tempat pembuangan terbesar dan terpanjang. Mental sebagian masyarakat kita untuk mengelola sampah dengan baik
masih harus terus dibangun,” terangnya.

BACA JUGA :  Jalan Kaki di Treadmill atau di Luar Ruangan, Mana yang Lebih Efektif?

Dikabarkan sebelumnya pada 2020 lalu, Pemkab Bogor bakal mencoba membentuk desa mandiri dalam mengelola sampah berupa zonasi dengan membangun Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST). Nantinya, kata Burhan simpul-simpul desa tersebut, akan membantu pemerintah dalam menangani pengelolan sampah.

BACA JUGA :  Angka ODGJ Tinggi, Pemkab Bogor Perkuat Balai Kesejahteraan Sosial

“Nanti juga pastinya ada penghargaan dan bantuan untuk desa yang mengelola sampah secara mandiri,” tutupnya.
(B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================