
Demi terwujudnya hal itu, pihaknya meminta dinas terkait, masyarakat juga pelaku usaha agar turut berperan aktif mengatasi bencana. Seperti di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) yang memiliki alat berat serta juga melibatkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar digunakan armada truknya untuk mengangkut sampah dampak banjir.
Kemudian bagi pelaku usaha, Yani mencontohkan di daerah Nanggung ada PT Antam dan di Pamijahan ada Chevron yang dapat diajak kerjasama.
Berdasarkan informasi, untuk membentuk Destana tersebut membutuhkan anggaran sebesar Rp15-20 juta yang dianggarkan di setiap kecamatan. “Dana sebesar itu untuk awal saja. Setelah itu ada dana untuk pelatihan tiap tahunnya,” jelas Yani.
Di samping itu, dirinya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dalam kondisi apapun karena curah hujan di Kabupaten Bogor masih di atas rata-rata, sehingga potensi terjadinya bencana semakin besar. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














