Ketiga, polisi memenjarakan ulama Habib Rizieq Syihab (HRS). Jokowi melihat Soekarno juga pernah memenjarakan ulama Haji Abdul Malik Karim Amrullah (HAMKA).

Kedua ulama ini tidak disukai oleh pemerintah, karena sering mengkritik pemerintah, padahal sejatinya kedua ulama ini, hanya menyampaikan amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kebaikan dan mencegah kemungkaran).

Jokowi juga berpikir, pemerintah masih mending dibanding jaman Soekarno. Jika dulu HAMKA ditahan tanpa proses hukum, sekarang HRS di tahan lewat proses hukum, meski di sini terlihat secara terang benderang terjadi ketidakadilan. Karena proses kerumunan pada pandemi Covid 19 ini hanya HRS yang dijadikan tersangka, sementara lainnya tidak.

Keempat, polisi menembak mati 6 Laskar FPI. Apalagi ini hanya 6 orang yang wafat sebagai syuhada. Dibanding dengan jaman Soeharto tidak ada apa-apanya. Di jaman Soeharto ada hilangnya 13 aktivis, Kerusuhan Tanjung Priok, Kerusuhan 27 Juli, Penyerangan Ponpes, Kerusuhan menjelang Reformasi.

BACA JUGA :  Masuki Tahun Ke-11, Bogor Hujan Trail 2026 Sukses Sedot Antusiasme Ribuan Rider Nusantara hingga Mancanegara

Meski dalam ajaran agama kita, membunuh 1 orang itu sama saja dengan membunuh semua manusia, dan menyelamatkan 1 nyawa itu sama dengan menyelamatkan nyawa semua orang di dunia.

Seperti yang terdapat pada terjemahan Kitab Suci Al Qur’an Surat Al Maaidah (ayat 32). Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi.

BACA JUGA :  Harga Emas Antam Turun Tajam, Kini di Level Rp 2,77 Juta per Gram

Akhirnya penulis hanya bisa berpesan kepada yang mulia Bapak Presiden H. Ir. Joko Widodo, agar jangan meniru contoh yang jelek dari yang mulia Bapak Ir. Soekarno dan yang mulia Bapak Jendral HM. Soeharto, tapi mohon ambil yang baik-baik dari Presiden pertama dan kedua tersebut. Jayalah Indonesiaku. (*)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================