BOGOR TODAY – Proyek ambisius Pemerintah Kabupaten Bogor yang disebut-sebut guna mempercantik kawasan GOR Pakansari di Jalan Ediyoso Martadipura, Cibinong Kabupaten Bogor menuai polemik dari berbagai pihak.

Proyek yang baru saja rampung pada awal 2021 itu menghabiskan anggaran Rp23,8 miliar, namun biaya sebesar itu tidak seimbang dengan akhir proyek yang kerap menimbulkan genangan saat hujan turun, bahkan volume air hingga sebetis orang dewasa.

Daen Nuhdiana, Anggota komisi 4 DPRD Kabupaten Bogor sekaligus ketua DPC Partai Partai Hanura menyayangkan jika proyek pedestrian sepanjang 832 meter itu harus digenangi air jika turun hujan.

BACA JUGA :  Dugaan Korupsi Program MBG: Pengadaan Motor Listrik Bernilai Triliunan Rupiah Jadi Sorotan

Menurutnya, saat pengerjaan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2020 lalu itu di indikasikan tidak adanya kajian tata drainase yang baik oleh pengerjaan proyek maupun dari pihak Dinas Pengerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat.

“Seharusnya pihak pengerja proyek maupun DPUPR mesti bertanggung jawab penuh dalam persoalan ini. Itu kan dibangun dari uang rakyat,” kata Daen dalam keterangannya, Selasa (23/03/21).

Daen juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut disinyalir tidak adanya kajian khusus dari penataandrainase baik dari DPUPR maupun pihak
PT Vanca Utama Perkasa.

Dengan demikian, Daen menyarankan jika kondisi genangan terus terjadi pada saat hujan lebih baik jalan akses menuju GOR Pakansari tersebut dijadikan lokasi wisata air.

BACA JUGA :  Korea Utara Pamer Fasilitas Uranium Baru, Kim Jong Un Pertegas Ambisi Perkuat Senjata Nuklir

Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor Rudy Susmanto juga angkat bicara soal proyek pedestrian tersebut. Dirinya menduga pihak proyek hanya membangun jalur pedestriannya. Namun untuk drainasenya tidak adanya perbaikan.

“Beberapa waktu lalu, terekpos adanya kerusakan pada granit di jalur pedestrian itu.Ini harus dibuka, ada apa dalam pembangunan ini. Karena kualitas barang yang digunakan juga jelek. Saya meminta Dinas PUPR untuk buka-bukaan,” tukasnya. (B. Supriyadi)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================