BOGOR TODAY – Tembok penutup (plat deker) saluran air atau drainase di RW09, Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor yang dibangun pada 2019 lalu rusak dan ditinggal begitu saja oleh CV Tanah Baru Sarana Prima selaku pelaksana pembangunan.

Baca Juga : Atribut FPI Jadi Barang Bukti Pengacara HRS FPI Sudah Bubar

Baca Juga : Buntut Bom Makassar Polisi Perketat Pengamanan Jelang Perayaan Paskah

Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Cikaret, Arga Wiyansyah mengatakan, bahwa pembangunan tembok penutup saluran air sepanjang kurang lebih 100 sampai 150 meter yang berada di wilayah RW09 itu dibangun oleh CV Tanah Baru Sarana Prima pada tahun 2019 menggunakan anggaran Dana Alokasi Umum (DAU).

“Jadi, di tahun 2019 itu kelurahan memiliki program pembangunan fisik yang bersumber dari anggaran DAU sebesar Rp 370 juta untuk 3 kegiatan, diantaranya betonisasi di RW05, paving block dan perbaikan drainase atau pembangunan tembok penutup (plat deker) saluran air di RW09, betonisasi di RW10 dan plat deker di RW12. Dimana semuanya itu dikerjakan oleh Gusti dari CV Tanah Baru Sarana Prima,” kata Arga Wiyansyah kepada Bogor Today, Selasa (30/3/2021).

BACA JUGA :  Bupati Bogor Dorong Kebijakan Daerah Berlandaskan Pancasila

Dari 3 kegiatan tersebut, lanjut Arga, pembangunan plat deker atau tembok penutup drainase di RW09 kualitasnya sangat buruk. Sebab, proyek pembangunan yang dikerjakan pada bulan Maret sampai April 2019 itu ternyata hanya bertahan dua bulan.

Baca Juga : Polisi Temukan Atribut FPI Saat Penggeledahan Rumah Terduga Teroris di Condet

Baca Juga : Densus 88 Anti Teror Gerebeg Rumah Terduga Teroris, Barang Bukti Diledakan Dilokasi

“Artinya, di bulan Juni 2019 plat deker yang menutupi saluran air tersebut rusak dan sampai sekarang tidak diperbaiki kembali oleh CV Tanah Baru Sarana Prima. Padahal, waktu itu masih tanggung jawab pemborong, mengingat masa pemeliharaannya masih ada, karena yang saya tahu masa pemeliharaannya selama 6 bulan,” bebernya.

BACA JUGA :  Turnamen Voli Istimewa Piala Karang Taruna Meriahkan HJB ke-544 di Malasari Nanggung

Melihat kondisi seperti itu, Ia pun berulang kali mengkonfirmasi ke pihak CV Tanah Baru Sarana Prima dengan tujuan agar plat deker di lokasi tersebut diperbaiki. Namun, apa yang selama ini dilakukan olehnya tidak ditanggapi oleh pihak terkait.

“Masyarakat sekitar selalu mengeluhkan hal ini ke saya, dan saya selaku LPM tentunya langsung menghubungi Gusti (orang yang bertanggung jawab proyek plat deker), tapi tidak ada tanggapan, tidak ada itikad baik untuk memperbaikinya kembali. Saya dan warga sangat kecewa dan meminta ke pihak terkait untuk segera memperbaiki kembali,” tegasnya. (Heri)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================