BOGOR TODAY – 15 ribu personel gabungan di Kota Bogor bakal disiagakan untuk mencegah lajunya pemudik dari luar daerah masuk ke Kota Bogor.

Belasan ribu personel gabungan dari TNI-Polri, Dinas Perhubungan dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu akan ditempatkan di sejumlah titik keluar masuk pemudik di Kota Bogor.

Baca Juga : Danrem Kunjungi Rumah Korban KRI Nanggala 402

Baca Juga : KRI Nanggala 402 Terbelah Menjadi Tiga 53 Awak Dinyatakan Gugur

Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, 15 ribu personel gabungan yang sudah disiapkan itu nantinya akan menjaring dan memonitor mobiltas pemudik di sejumlah titik di Kota Bogor.

“Tim yang disiagakan 15 ribu orang, berasal dari petugas gabungan untuk memonitor para pemudik. Petugas akan diturunkan menjaring dan memonitor pergerakan pemudik di seluruh Kota Bogor,” kata Susatyo usai rapat evaluasi penanganan COVID-19, di Eks Gedung DPRD Kota Bogor, Senin (26/4/2021).

Baca juga : Kondisi 53 Awak KRI Nanggala 402 Belum Dievakuasi, Bagaimana Nasibnya?

Baca juga : Viral, Video Para Awak KRI Nanggala 402 Menyanyikan Lagu Sampai Jumpa Lagi

Selain itu, lanjut Susatyo, petugas gabungan ini tidak akan segan-segan memberi sanksi terhadap warga yang melanggar. Hal itu dilakukan guna menekan para pemudik yang nekat atau yang memaksakan diri masuk ke Kota Bogor.

“Kota Bogor boleh dilintasi pemudik, tetapi tidak diperbolehkan pemudik masuk ke Kota Bogor. Petugas akan melakukan pemantauan dan pengawasan baik secara makro maupun mikro. Kerjasama juga dilakukan bersama Satgas Covid-19 Kota Bogor dalam pelaksanaan nanti,” ujarnya.

Masih kata Kapolresta, di Kota Bogor ini ada 6 titik penyekatan dan checkpoint, diantaranya di terminal dan stasiun kereta api pada 6 Mei 2021 atau menjelang hari raya Idul Fitri.

Baca juga : Kawanan Copet Diamuk Massa, Polisi : Modusnya Muntah-muntah Dalam Angkot 

Baca juga : Sempat Diamuk Massa, Komplotan Copet Diringkus Polisi

“Jadi ingat ada zonasi Jabodetabek diperbolehkan mudik lokal, pelat F yang berakhiran S dan Z akan diprioritaskan pengetatan karena berasal dari wilayah Cianjur dan Sukabumi,” jelasnya.

Bukan itu saja, hotel-hotel yang ada di Kota Bogor pun akan diperketat dalam menerima tamu dan semuanya yang menginap ke hotel-hotel tersebut harus dilengkapi dengan bukti rapid test. (Heri)