FLORES TODAY – Dampak Banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur sebanyak 256 jiwa mengungsi. Data sementara, warga mengungsi di Balai Desa Nelemawangi dan Nelelamadike.

Baca juga : Turap 14 Meter Longsor, Rumah Warga Ambruk

Dilansir iNews.id, Senin (5/4/2021), Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Raditya Jati menuturkan, jumlah pengungsi sementara masih dalam pendataan petugas di lapangan.

“Korban dalam pencarian bertambah empat jiwa, sebelumnya terdata 20 sekarang menjadi 24. Untuk warga yang luka-luka telah mendapatkan perawatan medis,” katanya.

Baca juga : Pria Tak Dikenal Nekat Terobos Istana Bogor

Selain korban yang dinyatakan hilang, Raditya juga menyebut desa yang terdampak akibat banjir bandang bertambah menjadi delapan yang tersebar di empat kecamatan. Kedelapan desa tersebut yaitu Desa Nelemadike dan Nelemawangi (Kecamatan Ile Boleng), Desa Waiburak dan Kelurahan Waiwerang (Adonara Timur), Desa Oyang Barang dan Pandai (Wotan Ulu Mado) dan Desa Duwanur, Waiwadan serta Daniboa (Adonara Barat).

Baca juga : Banjir Bandang Terjang 6 Desa di Flores Timur

Data kerugian materil sementara tercatat, sebanyak 17 unit rumah hanyut, 60 unit terendam lumpur serta lima jembatan putus.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Flores Timur menginformasikan akses utama melalui penyeberangan laut, sedangkan kondisi hujan, angin dan gelombang membahayakan pelayaran kapal.

“Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat masih terus mendata dan memverifikasi dampak korban maupun kerusakan infrastruktur sedangkan evakuasi korban yang tertimbun lumpur masih terkendala alat berat,” tukasnya. (inews/B. Supriyadi).