BOGOR TODAY – Tim Densus 88 Antiteror masih melakukan pendalaman terkait dengan jenis senjata api yang dibawa pelaku teror di Mabes Polri. ZA, diketahui pelaku memiliki kartu tanda anggota (KTA) dari klub menembak, sementara Perbakin sendiri membantah ZA adalah anggotanya dan mendesak Polri untuk menindak pemalsu dan penjual Perbakin.

Baca juga : Jasad Tanpa Identitas Ditemukan Penuh Belatung

Dikutip dari siaran langsung metrotvnews.com, Sekretaris Bidang Tembak Reaksi Perbakin, Zaenal Arif Wangsanegara mengatakan bahwa menurut keterangan dari ketua Perbakin kartu anggota yang dimiliki terduga teroris atas nama ZA dianggap palsu. Meski dalam kartu tersebut tercantum logo Perbakin.

“Kartu yang ditemukan pada ZA itu dikeluarkan oleh shooting klub, bukan dari Perbakin. Namun kartu itu dianggap sudah tidak berlaku, karena klub tersebut sudah dibekukan atau ditutup sejak dua tahun lalu,” terang Zaenal, Jumat (2/4/2021).

Baca juga : Orang Tua ZA Datangi Rumah Sakit Kramat Jati

Menurutnya, sebelum peristiwa teror yang terjadi di Mabes Polri beberapa hari lalu terdapat sejumlah oknum yang kerap menyalahgunakan, meski kartu itu telah melewati tanggal berlaku atau kadaluarsa.

“Atas kejadian itu, dari Perbakin sendiri akan memberikan peringatan secara berkala terhadap klub yang mengatasnamakan Perbakin. Dari bidang organisasi sifatnya teguran sampai dengan penutupan,” ujarnya.

Zaenal juga menuturkan, untuk menjadi anggota Perbakin tentunya harus melewati beberapa proses atau prosedur. Pertama harus mendaftarkan diri di klub atau pengurus cabang di kota/kabupaten masing-masing.

Setelah itu, lanjut Zaenal pengurus cabang akan menilai, jika yang bersangkutan sudah layak maka akan diajukan mengikuti salah satu tes tergantung dari bidang yang diikuti.

“Perbakin sendiri memiliki tiga bidang yakni target, berburu dan tembak reaksi masing-masing bidang memiliki ujian atau test untuk kecakapan untuk menjadi anggota,” tukasnya. (B. Supriyadi)