Oleh : Heru B Setyawan (Guru SMA Pesat School Of Talent)

Pemimpin kaya dan berilmu itu baru hebat, karena sebagai pemimpin dengan ilmunya dan kekayaannya bermanfaat buat dirinya sendiri, keluarga, tetangga, saudara, lingkungan bahkan bangsa dan negara. Bukan seperti koruptor yang mencuri uang negara dan menyengsarakan rakyat, harusnya uang itu untuk membangun jalan yang rusak atau untuk Bansos (Bantuan Sosial), eh diembat juga oleh koruptor.

Baca Juga : JOKOWIMERASA LEBIH BAIK DARI SOEKARNO DAN SOEHARTO

Kata nitizen mengkorupsi bansos itu lebih kejam dari pada teroris yang sebar bom. Kalau kata ahli hukum pidana koruptor Bansos layak dihukum dor…dor…mati, agar yang mau korupsi jadi takut.

Kembali ke laptop, sudah jadi pemimpin, kaya, terkenal, berilmu dan soleh lagi, maka semua kebijakannya atau perbuatannya selalu bermanfaat bagi orang banyak. Orang biasa berilmu dan kaya itu biasa, tapi jika seorang pemimpin yang menjadi publik figure berilmu dan kaya itu baru luar biasa dan top markotop bro. Karena sebagai publik figure dampak manfaatnya akan lebih banyak dan dahsyat.

Jika seorang pemimpin terendah adalah keluarga, maka dampak kepemimpinannya, kekayaannya, ilmunya dan solehnya terbatas pada keluarga tersebut. Atau paling jos gandhos pengaruhnya sampai keluarga besarnya, tetangganya dan temannya.

Maka jika pemimpin itu adalah RT, RW, Kades/Lurah, Camat, Bupati/Walikota, Gubernur, Menteri bahkan sampai Presiden, maka pengaruhnya akan semakin besar yaitu pada satu negara. Bahkan Presiden yang hebat pengaruhnya bisa mendunia.

Pemimpin itu jenis dan jumlahnya banyak banget, seperti di perusahaan swasta dan BUMN. Di pemerintah seperti kepala kantor, kepala dinas di tingkat Kota/Kabupaten, Provinsi hingga Pusat. Di beberapa Kementerian, Kepolisian, TNI, dilembaga legislatif dan yudikatif. Di semua bidang profesi, bahkan di masyarakat Ormas (Organisasi Masyarakat) seperti Muhammadiyah, NU dan lain-lain.

Baiklah akan penulis bahas, pentingnya seorang pemimpin kaya dan berilmu, yaitu:
Pertama, karena dengan ilmunya, makin dekat dengan Allah. Seorang pemimpin karena mengamalkan ilmunya, meskipun super sibuk, tapi tetap dengan apik dan disiplin menjaga shalatnya berjamaah tepat waktu di Masjid, dimanapun pemimpin ini berada.

Baca Juga : ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI SPIRIT UNTUK KEBERKAHAN NKRI

Baca Juga : VISIPENDIDIKAN INDONESIA 2035 BERTENTANGAN DENGAN UUD 45

Sebelum jadi pemimpin sudah sering hadir di Majelis ilmu, dzikir dan sholawat, setelah jadi pemimpin semakin istiqomah menghadiri majelis tersebut. Pokoknya pemimpin ini setelah menjadi pemimpin tambah soleh dan semakin cinta kepada Allah dan Rosul SAW.

Kedua, semakin baik juga hubungannya dengan semua manusia dan makhluk ciptaan Allah. Pemimpin ini setelah jadi pemimpin tetap birrul walidain (berbakti kepada orang tua), tetap ingat sama saudaranya, Gurunya, temannya, tetangganya.

Punya akhlak mulia dan punya adab. Sehingga ciri pemimpin ini ya sukanya musyawarah dan melayani rakyatnya (artinya kebijakannya selalu pro rakyat dan wong cilik). Menghormati dan suka minta nasihat kepada para Ulama, Kyai, Ustadz dan Habib, bukan malah memusuhi.

Baca Juga : DULUHANYA FPI YANG MENOLAK MIRAS, SEKARANG SEMUA MENOLAK

Ketiga, semakin dermawan. Karena pemimpin ini tahu di setiap hartanya ada hak orang lain. Tiap hari bersedekah, bahkan hartanya untuk membantu agamanya Allah. Pemimpin model ini jelas tawadu, lebih cinta akhirat dari pada dunia. Inilah pentingnya pemimpin kaya dan berilmu.

Terus bagaimana dengan kita yang berilmu tapi tidak jadi pemimpin dan tidak kaya. Jangan kawatir bro, karena menurut salah satu Guruku yaitu Ustadz Pantun (Abi Ustadz Taufiqurrahman, S.Q). Jika kita dengan tulus berdoa kepada Allah,”Ya Allah jika saya seperti mereka (pemimpin kaya dan berilmu) maka saya juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka,”Aamiin. Maka pahalanya sama seperti mereka. Jayalah Indonesiaku. (*)