
Baca Juga : ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI SPIRIT UNTUK KEBERKAHAN NKRI
Baca Juga : VISIPENDIDIKAN INDONESIA 2035 BERTENTANGAN DENGAN UUD 45
Sebelum jadi pemimpin sudah sering hadir di Majelis ilmu, dzikir dan sholawat, setelah jadi pemimpin semakin istiqomah menghadiri majelis tersebut. Pokoknya pemimpin ini setelah menjadi pemimpin tambah soleh dan semakin cinta kepada Allah dan Rosul SAW.
Kedua, semakin baik juga hubungannya dengan semua manusia dan makhluk ciptaan Allah. Pemimpin ini setelah jadi pemimpin tetap birrul walidain (berbakti kepada orang tua), tetap ingat sama saudaranya, Gurunya, temannya, tetangganya.
Punya akhlak mulia dan punya adab. Sehingga ciri pemimpin ini ya sukanya musyawarah dan melayani rakyatnya (artinya kebijakannya selalu pro rakyat dan wong cilik). Menghormati dan suka minta nasihat kepada para Ulama, Kyai, Ustadz dan Habib, bukan malah memusuhi.
Baca Juga : DULUHANYA FPI YANG MENOLAK MIRAS, SEKARANG SEMUA MENOLAK
Ketiga, semakin dermawan. Karena pemimpin ini tahu di setiap hartanya ada hak orang lain. Tiap hari bersedekah, bahkan hartanya untuk membantu agamanya Allah. Pemimpin model ini jelas tawadu, lebih cinta akhirat dari pada dunia. Inilah pentingnya pemimpin kaya dan berilmu.
Terus bagaimana dengan kita yang berilmu tapi tidak jadi pemimpin dan tidak kaya. Jangan kawatir bro, karena menurut salah satu Guruku yaitu Ustadz Pantun (Abi Ustadz Taufiqurrahman, S.Q). Jika kita dengan tulus berdoa kepada Allah,”Ya Allah jika saya seperti mereka (pemimpin kaya dan berilmu) maka saya juga akan melakukan hal yang sama seperti mereka,”Aamiin. Maka pahalanya sama seperti mereka. Jayalah Indonesiaku. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















