Oleh : Heru B Setyawan (Guru SMA Pesat School Of Talent)

Olimpiade adalah pertandingan olahraga amatir antarbangsa yang diadakan setiap empat tahun sekali di negeri yang berlainan. Dengan kata lain olimpiade adalah pertandingan olahraga paling bergengsi di jagat bumi ini.

Untuk mendapatkan prestasi dan medali emas pada olimpiade, seorang atlit bisa mempersiapkan 1 tahun, mungkin bisa lebih .

Baca Juga : Pemimpin Kaya dan Berilmu itu Baru Hebat

Bahkan untuk cabang olahraga tertentu seperti sepakbola, ada syarat harus ikut pertandingan babak penyisihan terlebih dahulu, setelah juara, baru bisa ikut olimpiade. Ini menunjukkan bahwa peserta olimpiade adalah yang terbaik dari yang terbaik (best of the best).

Karena saking bergengsinya dan membawa nama harum bangsa dan negara, pemerintah Indonesia memberi hadiah bonus sebesar 1 milyar kepada atlit Indonesia yang mendapat medali emas olimpiade.

Dan sang atlit peraih medali emas olimpiade ini bak seorang pahlawan yang dielu-elukan seluruh rakyat Indonesia, dengan diarak keliling ibu kota dan diterima oleh presiden di istana.

Baca Juga : JOKOWIMERASA LEBIH BAIK DARI SOEKARNO DAN SOEHARTO

Itu masih ece-ece bro, jika dibandingkan dengan hadiah yang diberikan oleh Allah, jika kita berhasil menjalankan ibadah puasa ramadhan sesuai dengan rukun dan syaratnya. Apa hadiah dari Allah bagi kita yang berpuasa ramadhan hanya mencari ridho Allah semata? Hadiahnya adalah yang menjadi tujuan akhir dari hidup kita, yaitu surga. Bukankah akhir hidup kita itu ada 2, jika tidak surga ya neraka!

Bukankah surga itu tidak ternilai harganya, jauh dari nilai bonus atlit peraih medali emas olimpiade 1 milyar. Akal kita tidak bisa membayangkan kenikmatan yang ada di surga, yang jelas jauh berbeda dengan kenikmatan yang ada di dunia. Maka ada kesempatan emas bagi kita untuk bisa masuk surga lewat ibadah puasa ramadhan ini.

Di atas sudah disebutkan, bahwa peraih medali emas olimpiade adalah best of the best. Maka peraih surga, bagi hamba Allah yang sukses puasa ramadhannya, juga seorang hamba beriman yang best of the best.

Baca Juga : ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI SPIRIT UNTUK KEBERKAHAN NKRI

Baca Juga : VISIPENDIDIKAN INDONESIA 2035 BERTENTANGAN DENGAN UUD 45

Peraih surga puasanya tidak ece-ece, yang hanya menahan lapar dan haus, tapi puasanya sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya serta bisa menjaga kebersihan hatinya.

Sehingga dirinya sudah terhindar dari penyakit hati, seperti iri, dengki, riya, dan sombong.
Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183 memerintahkan umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan sebagai bentuk ketakwaan kepada-Nya.

Terjemahan surat tesebut adalah,” Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”.

Jadi jelas jika pada olimpiade itu atlitnya yang terbaik, untuk puasa juga begitu, yang dipanggil oleh Allah adalah orang-orang yang beriman (yang terbaik). Saatnya ramadhan ini untuk selalu berlomba dalam kebaikan atau yang juga disebut fastabiqul khairat menjadi hal yang dapat membawa umat Muslim kepada ridho Allah SWT.

Baca Juga : DULUHANYA FPI YANG MENOLAK MIRAS, SEKARANG SEMUA MENOLAK

Penulis bukan mengecilkan prestasi peraih medali emas olimpiade, peraih medali emas olimpiade itu hebat, tapi peraih surganya Allah itu lebih hebat dan lebih top markotop. Jayalah Indonesiaku. (*)