
Di atas sudah disebutkan, bahwa peraih medali emas olimpiade adalah best of the best. Maka peraih surga, bagi hamba Allah yang sukses puasa ramadhannya, juga seorang hamba beriman yang best of the best.
Baca Juga : ISRA’ MI’RAJ SEBAGAI SPIRIT UNTUK KEBERKAHAN NKRI
Baca Juga : VISIPENDIDIKAN INDONESIA 2035 BERTENTANGAN DENGAN UUD 45
Peraih surga puasanya tidak ece-ece, yang hanya menahan lapar dan haus, tapi puasanya sudah bisa mengendalikan hawa nafsunya serta bisa menjaga kebersihan hatinya.
Sehingga dirinya sudah terhindar dari penyakit hati, seperti iri, dengki, riya, dan sombong.
Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 183 memerintahkan umat Islam berpuasa selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan sebagai bentuk ketakwaan kepada-Nya.
Terjemahan surat tesebut adalah,” Wahai orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”.
Jadi jelas jika pada olimpiade itu atlitnya yang terbaik, untuk puasa juga begitu, yang dipanggil oleh Allah adalah orang-orang yang beriman (yang terbaik). Saatnya ramadhan ini untuk selalu berlomba dalam kebaikan atau yang juga disebut fastabiqul khairat menjadi hal yang dapat membawa umat Muslim kepada ridho Allah SWT.
Baca Juga : DULUHANYA FPI YANG MENOLAK MIRAS, SEKARANG SEMUA MENOLAK
Penulis bukan mengecilkan prestasi peraih medali emas olimpiade, peraih medali emas olimpiade itu hebat, tapi peraih surganya Allah itu lebih hebat dan lebih top markotop. Jayalah Indonesiaku. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















