Kegiatan sidang isbat sore nanti akan digelar dengan beberapa tahapan. Sidang akan diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi (falak) oleh Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama. Kegiatan tersebut akan dimulai pada Pukul 16.45 WIB.

Sidang dilanjutkan dengan Salat Maghrib kemudian digelar sidang isbat secara tertutup. Sidang tersebut akan mendengarkan laporan data hisab dan hasil rukyatul hilal. Setelah itu, hasil sidang isbat akan diumumkan oleh Menteri Agama bersama pihak terkait dalam jumpa pers.

Baca Juga :  Soal Parkir Liar di Stadion Pakansari, DPRD Kabupaten Bogor Sentil Dishub

Kemenag dalam menetapkan 1 Syawal 1442 H memadukan dua metode, yakni melalui perhitungan astronomi (hisab) untuk menentukan posisi pasti hilal. Kemudian akan didapatkan prakiraan letak bulan baru dan dikonfirmasi dengan melihat hilal secara langsung (rukyat).

Metode tersebut memiliki simulasi apabila bulan baru terlihat beberapa saat setelah magrib tiba (qobla ghurub) maka pada sore ini ditetapkan sudah memasuki 1 Syawal 1442 H. Artinya, masyarakat Indonesia akan merayakan Lebaran pada Rabu (12/5/2021).

Baca Juga :  Rincian Daftar Libur Hari Raya Idul Fitri 2023 dan Libur Cuti Bersama Lebaran 2023

Sebaliknya apabila hilal tidak terlihat atau tak disaksikan para perukyat, Selasa petang masih ditetapkan sebagai malam 30 Ramadhan. Sementara itu, 1 Syawal akan jatuh pada Kamis (13/5/2021).

Sebelumnya, ormas Islam Muhammadiyah secara resmi telah menetapkan Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1442 Hijriah jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021. Ketetapan itu dituangkan dalam Maklumat Nomor 01/MLM/I.0/E/2021 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1442 Hijriah  (can/cnn/B.Supriyadi).

Halaman:
« 1 2 » Semua