BOGOR TODAY – Longsor yang terjadi di Kampung Parung Jambu, RT01, RW10, Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor pada Jum’at (21/5/2021) sore, diduga karena tidak adanya saluran air disepanjang proyek pembangunan double track atau rel ganda kereta api Bogor-Sukabumi.

Akibatnya, ketika hujan turun maka airnya jatuh ke pemukiman warga sehingga mengakibatkan rumah warga yang berada di bawahnya tertimbun tanah longsor.

Baca Juga : Dua Rumah Kontrakan Tertimpa Longsor di Bawah Proyek Double Track 

BACA JUGA :  Dede Chandra Dorong 4 SMA/SMK Negeri Baru di Kabupaten Bogor

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Bogor Selatan, Dimas Tiko yang meninjau lokasi longsor meminta kepada pihak pelaksana pembangunan double track untuk membuatkan saluran air atau sodetan. Tujuannya supaya lintasan air tidak turun ke bawah, tidak turun ke pemukiman warga.

“Di lokasi kejadian kami mendapat informasi bahwa ada lintasan air dari atas (lokasi dibangunnya double track, red). Kita coba koordinasi dengan pihak pelaksana proyek double track bagaimana caranya supaya lintasan air dari atas ini tidak turun ke bawah,” kata Dimas Tiko di lokasi kejadian.

BACA JUGA :  6 Kondisi Rambut yang Bisa Menjadi Sinyal Masalah Kesehatan Tubuh

Baca Juga : Dampak Double Track, Rumah Warga Jebol dan Nyaris Makan Korban 

Dalam pelaksanaan pembuatan saluran air atau pun sodetan di lokasi tersebut, kata Dimas, pihak kecamatan tentunya akan terus memonitor pelaksanaannya.

“Yang pasti, kita berharap apa yang terjadi ini bisa kita antisipasi, untuk keselamatan warga,” tandasnya. (Heri)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================