BOGOR TODAY – Warga Kelurahan Empang, Kecamatan Bogor Selatan, yang bermukim di Kampung Parung Jambu, RT02, RW10, Aden Suparman dan keluarganya nyaris saja meregang nyawa akibat rumah tinggalnya tertimbun longsor dampak dari pembangunan double track (rel ganda) yang berlangsung tepat di atas rumahnya.

Aden mengungkapkan, selama 4 tahun tinggal di Kampung Parung Jambu ini, baru kali ini merasakan musibah tertimpa bencana longsor. Hal itu, kata dia, disebabkan karena adanya pembangunan double track yang dikerjakan tepat berada di atas rumahnya.

Baca Juga : Dua Rumah Kontrakan Tertimpa Longsor di Bawah Proyek Double Track

“Memang ini bukan rumah saya, saya hanya ngontrak di sini dan sudah hampir 4 tahun. Dan selama 4 tahun saya ngontrak di sini belum pernah kejadian kaya gini (longsor, red) dan setelah adanya pembangunan double track baru lah kejadian musibah ini,” kata Aden kepada Bogor Today sambari menunjukan reruntuhan yang berada di bagian kamar tidurnya.

Ia menuturkan, peristiwa longsor ini terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, dimana ketika itu baru saja reda dari hujan. Sebelum kejadian, saya sedang tiduran di kamar dan tak lama mendengar suara dari belakang rumah.

“Disitu saya punya firasat takut longsor dan saya pun langsung lari ke depan rumah dan ternyata firasat saya benar karena tidak lama longsor, dinding rumah jebol, kamar mandi rusak, perabotan rumah tangga rusak, termasuk lemari baju dan tempat tidur rusak karena tertimbun tanah dan reruntuhan material bangunan,” bebernya.

Pasca kejadian, lanjut Aden, barang-barang yang masih bisa diselamatkan langsung di evakuasi ke tempat kontrakan yang baru. “Setelah kejadian saya disuruh pindah kontrakan sama Pak RW ke wilayah RT01, dan saya pun langsung pindah ke tempat tersebut,” katanya.

Baca Juga : Awas Ada Oknum Salahi Aturan Saat Menyalurkan BSP!

Akibat kejadian ini, Aden pun berharap ada perhatian dari pemerintah termasuk dari pihak proyek double track, mengingat barang-barang berharga seperti peralatan rumah tangga, perabotan dapur, lemari baju dan tempat tidur rusak akibat tertimbun longsor.

“Iya, saya sih berharap dapat penggantian ya, karena kan tempat tidur, terus perabotan rumah tangga dan lemari rusak,” harapnya.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Bogor Selatan Dimas Tiko yang meninjau lokasi longsor mengatakan, pasca kejadian tim dari aparat wilayah setempat dan tim dari BPBD langsung bergerak cepat untuk melakukan asistensi, verifikasi, termasuk juga melakukan tanggap darurat atau penanganan sementara.

“Tadi juga dari BPBD memberikan alas tidur dan selimut. Kedepan secara bertahap akan mengirimkan perlengkapan bayi atau balita, mengingat di lokasi kejadian keluarga korban ini memiliki balita. Selain itu bantuan berupa peralatan rumah tangga karena saya melihat peralatan rumah tangga seperti piring, lemari pakaian dan lainnya rusak parah,” kata Dimas.

Baca Juga : Di Kota Bogor, Satu RW 13 Anak Stunting

Kemudian, lanjut Dimas, untuk sementara rumah kontrakan ini dikosongkan dan penghuninya diminta untuk mencari kontrakan baru.

“Saat ini rumah kontrakan yang tertimbun longsor sudah di kosongkan dan dilakukan pembersihan oleh warga dan pihak pelaksana proyek double track. Sementara untuk penghuninya diminta untuk mencari kontrakan baru dan itu sudah difasilitasi oleh ketua RW setempat,” pungkasnya. (Heri)