Wakil Ketua DPR RI Korekku Sufmi Dasco Ahmad. | Instagram/@sufmi_dasco

JAKARTA TODAY –  Sebanyak 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan disebutkan diperjual belikan di forum forum online pada 12 Mei 2021.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta polisi segera mengusut kasus tersebut. Karena, menurut Dasco kasus tersebut dipastikan banyak masyarakat yang akan merasa dirugikan.

“Saya minta segera aparat penegak hukum untuk melakukan penyelidikan dan melalukan tindakan preventif secepatnya agar hal tersebut tidak merugikan masyarakat banyak,” kata Dasco seperti dikutip cnnindoneisa.com, Jumat (21/5).

Baca juga : Palestina Klaim Kesepakatan Gencatan Senjata

Dasco, yang juga sebagai Ketua Harian DPP Partai Gerindra itu mengaku menyayangkan kebocoran data itu. Ia menyatakan, kerahasiaan data seseorang merupakan hal yang penting dan seharusnya tak jatuh ke tangan orang yang tak berwenang.

Terpisah, anggota Komisi I DPR Muhammad Farhan menyatakan kasus 279 juta data penduduk Indonesia yang diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021 merupakan hal buruk.

Menurutnya, kasus ini pun mendesak agar Rancangan Undang-undang Perlindungan Data Pribadi (RUU PDP) untuk segera disahkan.

Baca juga : Sempat Duel Dengan Korban, Kawanan Pencuri Diringkus Polisi

Pasalnya, kata Farhan, RUU PDP akan memberikan dasar hukum otoritas untuk melakukan pencegahan aksi peretasan.

“Maka kita kuatkan komitmen untuk memastikan bahwa RUU PDP disahkan tahun ini,” tutur politikus Partai NasDem itu.

Sebelumnya, 279 juta data penduduk Indonesia diduga bocor dan dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021. Data itu diunggah oleh akun bernama kotz. Dalam deskripsinya, data yang dimilikinya itu terdiri dari nama lengkap, KTP, nomor telepon, email, NID, dan alamat.

Baca juga : Viral Video Ungkapan Kesedihan Anak Palestina Usai Rumahnya Dibombardir Militer Israel

Akun itu juga memberikan 1 juta data sampel secara gratis untuk diuji dari 279 juta data yang tersedia. Bahkan, akun itu menyebut ada 20 juta data foto pribadi di dalam data yang dimilikinya itu. (mts/cnn/B. Supriyadi)