BOGOR TODAY – PT Galvindo Ampuh selaku pengelola Pasar Teknik Umum (Tekum) atau Pasar Induk Kemang yang berlokasi di Jalan Soleh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor tak bisa berbuat apa-apa saat Pasar yang dikelolanya selama kurang lebih 14 tahun itu diambil alih secara paksa oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Pengambilalihan secara paksa oleh Pemkot Bogor ini pun dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim yang didampingi unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta anggota Komisi 1 dan 2 DPRD Kota Bogor dihalaman parkir Pasar Tekum, Senin (17/5/2021) pagi.

Baca Juga : Tirta Pakuan Pastikan Pasokan Air Bersih Selama Lebaran Aman

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengungkapkan, pengambilalihan paksa terhadap Pasar Tekum merupakan kewajiban Pemkot Bogor untuk melaksanakan tugasnya, dalam hal ini melakukan operasional Pasar Rakyat, karena pasar harus di bawah kendali pemerintah daerah.

“Ya pada hari ini sesuai dengan langkah yang kita ambil, dengan proses mulai dari tim pembentukan pengambilalihan operasional. Maka hari ini kita melaksanakan pengambilalihan operasional Pasar Tekum Kota Bogor, setelah tertunda selama 14 tahun,” ungkap Dedie kepada wartawan di lokasi.

Untuk selanjutnya, sambung Dedie, secara normatif pihak PT Galvindo Ampuh harus mau berkomunikasi yang intens dengan Pemkot Bogor. “Karena apapun yang dilakukan ini, masih bersinggungan satu dengan yang lain. Kami ingin melihat niat baik dari PT. Galvindo Ampuh untuk melaksanakan langkah-langkah bersama untuk menuju perbaikan Pasar Tekum. Dan untuk tim itu terdiri dari berbagai OPD, termasuk Perumda Pasar Pakuan Jaya,” ujar Dedie.

Baca Juga : Indocement Bagikan 27 Ton Beras Zakat Fitrah Kepada Desa Mitra

Lanjut Dedie, kedepan Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) sebagai BUMD Kota Bogor tentu dilibatkan sebagai pengelola Pasar Tekum, sehingga bukan hanya Dinas Koperasi UMKM dan Disperindag saja.

“Kita ingin melaksanakan operasional pasar yang proper dari berbagai segi. Lingkungannya kan tidak tertata, jalanan bolong, becek, saluran air tersumbat sampah numpuk. Seperti ini kan tidak sehat, makanya pemerintah perlu ikut campur langsung menangani operasional Pasar Tekum ini,” jelasnya.

Kata Dedie, Pemkot menunggu niat baik dari PT Galvindo Ampuh. Tapi kalau kelamaan, maka pihaknya akan melakukan berbagai pertimbangan-pertimbangan. “Saya pikir saat ini tepat untuk mengambil alih operasional Pasar Tekum. Kita juga sudah bentuk tim, ketuanya saya di bawahnya ada para pimpinan OPD, TNI, Polri dan Perumda PPJ,” ucapnya.

Ke depan, Pasar Tekum akan di revitalisasi mulai dari pengolahan sampahnya, saluran air hingga area parkir. “Kalau sudah di bawah kendali pemerintah, nanti sampah kita bisa manajemen dengan baik, saluran air yang selama ini tersumbat kita perbaiki, parkir yang semrawut kita tata, untuk nilai retribusi, ada pengelolaan nanti kita hitung, tapi yang paling penting pengendalian inflasi daerah Pasar Induk Kemang ini, menjadi salah satu pusat penjualan bawang, cabe, itu yang berkaitan langsung dengan inflasi daerah,” imbuhnya.

Baca Juga : Jelang Idul Fitri Pengunjung di Pusat Perbelanjaan Mengalami Lonjakan

Sementara itu, pihak manajemen PT Galvindo Ampuh yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa dirinya tak bisa berkomentar banyak perihal pengambilalihan pasar Tekum tersebut. “Ya mengalir saja, belum bisa komentar dulu,” singkatnya. (Heri)