BOGOR TODAY – Kawanan pencuri bersenjata tajam berhasil di lumpuhkan warga usai kepergok melakukan aksinya dengan cara mencongkel jendela. Saat itu, pelaku mengambil handphone milik korban yang tergeletak di atas meja.

Kapolresta Bogor Kombes Susatyo Purnomo Condro, menyebut peristiwa itu terjadi Kamis (29/5/2021) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. Korban berinisial AR. AR sempat duel dengan salah satu pelaku yang saat itu pelaku membawa senjata taiam jenis celurit, pelaku yang masih berusia 16 tahun itu kemudian berhasil dilumpuhkan setelah senjatanya direbut korban.

Baca Juga : Asal Muasal Boarding School Sampai di Indonesia

“Pelakunya ada tiga orang yang diamankan di Katulampa. Korban sempat dibawa ke rumah sakit karena mengalami luka akibat senjata tajam karena melakukan perlawanan,” kata Susatyo Kamis (20/5/2021).

Korban, sambung Susatyo mengalami luka di bagian bahu kiri, tangan, pipi, hingga pinggul sebelah kiri karena sabetan clurit. Korban yang tidak menyerah, terus melakukan perlawanan. Hingga akhirnya AR berhasil merebut celurit yang dipegang pelaku AF dan meringkusnya.

Sedangkan, dua pelaku lainnya, yakni YG (16) dan M Fahrul (21) berusaha melarikan diri usai rekannya berhasil diringkus korban. Namun keduanya berhasil ditangkap warga yang tengah melakukan piket malam (ronda) dan berhasil diamankan.

Baca Juga : Ujicoba Pembelajaran Tatap Muka Dipantau Dewan

“Ketiga pelaku yang sempat diamankan di pos keamanan perumahan sempat menjadi sasaran amukan warga. Ketiganya kemudian dibawa pihak kepolisian dalam kondisi babak belur,” terangnya.

“Dalam kejadian itu, ketiga pelaku ini memiliki peran masing-masing. Satu pelaku yang membawa senjata tajam masuk ke dalam rumah dan mengambil barang milik korban, satu pelaku berdiri di jendela sambil memantau situasi dan satu pelaku menunggu di motor,” terang Susatyo.

Baca Juga : Tirta Pakuan Upayakan Normalisasi Pipa Caringin Secara Cepat

Akibat perbuatannya, ketiga pelaku dijerat dengan pasal 363 KUHP junto 365 KUHP junto 55 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara. Sementara, dua pelaku lainnya dijerat Undang-undang peradilan anak. (B. Supriyadi)