BOGOR TODAY – Pemerintah Kota Bogor melalui Satgas Covid-19 kembali akan melakukan sistem ganjil genap di sejumlah ruas jalan di Kota Bogor. Pemberlakuan ganjil genap ini mulai dilakukan pada akhir pekan ini Sabtu dan Minggu.
Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, pemberlakuan ganjil genap (PPKM makro) ini didasari karena kasus COVID-19 di Kota Bogor mengalami lonjakan. Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat PPKM mikro tingkat RT dan RW.
Baca Juga : CovidMeningkat, PTM di Kota Bogor Gagal Dilaksanakan
“Kami akan melaksanakan ganjil genap kembali, pada pukul 10.00 sampai pukul 16.00 WIB. Pada hari Sabtu dan Minggu,” kata Susatyo kepada wartawan di RSUD Kota Bogor, Rabu (16/6/2021).
Kemudian, lanjut Susatyo, pihaknya juga akan melakukan check point di lima titik, diantaranya di Pertigaan Baranangsiang, di ruas jalan Pajajaran depan resto Bumi Aki, Air Mancur, Jembatan Merah dan terakhir sekaligus rekayasa lalu lintas di Jalan Empang, sehingga satu arah dari Suryakencana menuju Otista dan menuju Empang.
“Dua hal itu yang akan kami lakukan dalam rangka menyikapi dinamika peningkatan angka Positif di Kota Bogor. Dengan dua hal tersebut, kami berharap penguatan mikro pembatasan mikro maupun pembatasan yang dilakukan makro itu bisa berjalan,” ujarnya.
Baca Juga : AktivisMinta Pemkot Bogor Tindak Tegas Tower Bodong
Sementara itu, Wali Kota Bogor menjelaskan, bahwa data covid di Kota Bogor menunjukkan terjadi lonjakan, dimana dari kasus tersebut berdampak bagi ketersediaan tempat tidur di Rumah Sakit di Kota Bogor.
“Kalau tadinya di Kota Bogor di bawah 20 persen bahkan perhari ini angkanya 50 persen, di RSUD sendiri sekitar 75 persen, pasien terus bertambah. Tadi malam cukup padat arus pasien masuk ke RSUD ini sehingga RSUD harus menambah hingga 138 pasien,” kata Bima.
“Ini menunjukkan bahwa Kota Bogor harus betul-betul melakukan langkah langkah cepat, karena kita pun mengantisipasi bahwa varian baru telah masuk di Jakarta dan konektivitas antara Bogor dan Jakarta itu sangat erat, sehingga sangat mungkin apabila kita tidak berwaspada maka varian berada di tengah tengah kita atau bahkan sudah ada di tengah tengah kita,” tambahnya.
Baca Juga : PUPR: Surat Sudah Dilimpahkan, Harusnya Satpol PP Segera Tindak Tower Bodong
Untuk mengantisipasi itu, lanjut Bima, maka Pemkot melalui Satgas sepakat melakukan beberapa hal, yaitu meminta agar seluruh rumah sakit menambah fasilitas ruang ICU tempat tidur. RSUD sendiri sudah menambah kapasitasnya, dan pihaknya akan meminta untuk data-data seluruh rumah sakit ditambah.
Bukan itu saja, Ia pun meminta kepada warga Bogor untuk mengurangi mobilitas. “Jadi sebaiknya kalau tidak ada kepentingan terkait dengan tugas atau pekerjaan atau hal-hal lain maka sebaiknya menahan diri untuk tidak keluar rumah, karena data menunjukan bahwa angka mobilitas ini sangat berbanding lurus dengan lonjakan kasus positif,” ujarnya.
Selain itu, khusus di akhir pekan dirinya juta meminta agar warga Bogor untuk menahan diri, tidak bepergian maupun berwisata, begitu juga dengan warga di luar Kota Bogor untuk menahan diri. “Karena diakhir pekan kami akan melakukan langkah-langkah seperti apa yang sudah disampaikan Kapolresta Bogor Kota,” tandasnya. (Heri)
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================
















