Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

DZALIM berarti meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya, kebalikan dari sifat adil. Kedzaliman adalah perbuatan yang sangat bertentangan dengan ajaran islam yang sangat menjunjung tinggi prinsip keadilan.
HRS (Habib Rizieq Shihab) adalah contoh ulama yang terdzalimi secara terang benderang. Inilah bukti jika HRS didzalimi, dengan dipidanakan, hanya karena melanggar Prokes (Protokol Kesehatan) dan kerumunan.

Hanya HRS yang dipidanakan, sementara pelanggar prokes yang lain tidak diapa-apakan. Yaitu yang dilakukan oleh Ahok, Rafi Ahmad, Atta Halilintar, Aurel, Anggota DPRD Tegal dan Madura, Gubernur Jatim Khofifah, Habib Lutfi Pekalongan, Sandiaga Uno bahkan Presiden Jokowi.

Baca Juga : JANGANSEPELEKAN AMALAN “ECE-ECE”

Saksi ahli Prof. Refly Harun mengatakan harusnya HRS dan semua pelanggar prokes dan kerumunan dibebaskan. Prokes itu pelanggaran bukan kejahatan, jika pelanggaran cukup didenda administrasi, jika kejahatan harus dipidana. Dalam hal ini HRS pun sudah didenda 50 juta oleh Pemprov DKI Jakarta.

Tapi jaksa tetap ndablek, dan mengatakan bahwa pelanggaran prokes dan kerumunan adalah kejahatan, sehingga Refly Harun geregetan dan bilang,”Ya sudah jika begitu, pidana semua pelanggar prokes di Indonesia,”katanya.

HRS adalah sedikit ulama yang menyeru amar ma’ruf nahi munkar (mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran) “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang yang beruntung.” (QS Al Imran ayat 104).

Baca Juga :  Dirut Perumda Tirta Pakuan Kunjungi Lokasi Rencana Pengembangan Jaringan Pipa

Menurut Habib Mahdi bin Hamzah Assegaf, bagi yang belum mengenal HRS, memang terkesan galak, tapi jika kita sudah kenal dan duduk ngobrol dengan beliau satu jam, saya jamin kita akan jatuh cinta dengan HRS yang ramah, santun dan baik dalam menyambut semua tamunya.
Jaya Supratna yang Kristen juga mengaku semula HRS dianggap galak, tapi setelah bertemu dengan beliau, kesan itu hilang dan bahkan sekarang Jaya Supratna menjadikan HRS sebagai Guru Spiritualnya.
Paranormal Permadi juga mengakui jika HRS itu seorang yang paling paham jika menerangkan Pancasila karena tesis S-2 nya tentang Pancasila serta beliau penggagum Soekarno,”Di perpus pribadinya banyak buku Soekarno, Jadi HRS itu seorang Pancasialis, nasionalis, ”ujarnya.

Baca Juga : PENDIDIKANKENA PPN ITU BERTENTANGAN DENGAN KONSTITUSI

 

Ada juga contoh non muslim yang kagum dengan HRS, ini komentarnya di kanal youtube Refly Harun. Saya Yanti Raliza Puji Tuhan, “saya salut dan angkat topi dengan HRS. Tegar dan kuat,” Sampaikan salam saya dengan HRS, uda Raffli. Doaku moga HRS dalam lindungan Tuhan YME. Syalom!

Jadi seorang HRS itu bisa lembut dan santun jika mengajak kebaikan tapi juga bisa keras dan tegas jika mencegah kemungkaran. Pemerintah paham akan hal ini, maka ada rekonsiliasi antara pemerintah dengan HRS, seperti yang disampaikan oleh HRS dalam pledoinya.
Ia sampaikan semuanya runtut, tanpa ketakutan, ada Wiranto, Tito Karnavian, Budi Gunawan dan Ma’ruf Amin. Tito Karnavian dan Budi Gunawan menemuinya, baik di Mekkah maupun Jeddah, Saudi Arabia.

Baca Juga :  BUNG HATTA ADALAH PANCASILA YANG BERJALAN

Dua orang yang disebut itu menemuinya, lalu membuat kesepakatan. Semuanya berjalan lancar, bahwa ia boleh balik ke Indonesia tapi dengan syarat tidak ikut politik praktis pada Pilpres 2019. Juga mau mendukung Jokowi, asal tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Tapi kesepakatan itu berantakan oleh operasi intelejen hitam, siapa yang terlibat? tentu sulit untuk dibuktikan saat ini. Tapi disebutkannya nama-nama itu, tentu bukan isapan jempol. Bukti-bukti pertemuan dan kesepakatan yang dihasilkan dalam pertemuan itu, tentu bukti otentiknya ada padanya. Dan faktanya sampai sekarang semua orang yang disebut HRS tidak ada yang membantahnya.

Akhirnyapenulis berharap semoga doa HRS dikabulkan oleh Allah SWT, Aamiin. Doa itu adalah “Semoga majelis hakim yang mulia tetap dalam lindungan serta limpahan taufik dan hidayah dari Allah SWT hingga akhir persidangan, sehingga mengambil putusan yang diridai oleh Allah SWT,” kata Rizieq dalam persidangan di PN Jaktim (17/6/21). “Putusan yang mengantarkan ke surga-Nya dan menjauhkan dari neraka-Nya,” imbuhnya. Jayalah Indonesiaku. (*)