BOGOR TODAY – Perang melawan Covid-19 di Kota Bogor memasuki babak baru. Setelah sebelumnya ramai klaster perumahan dan tenaga kesehatan, kini menjalar ke klaster pesantren. Sebanyak 65 santri di salah satu pesantren modern di kawasan Kecamatan Bogor Selatan, Senin (7/6) dikabarkan terkonfirmasi terpapar Covid-19.

Menanggapi kasus yang menimpa pondok pesantren, Plh Ketua PCNU Kota Bogor Rommy Prasetya turut berempati dan mendoakan untuk kesembuhan para santri. Pihaknya juga menilai bahwa untuk klaster pesantren membutuhkan penanganan secara khusus.

Baca Juga : PCNU Kota Bogor Dukung Pemkot Terapkan Ganjil Genap

Baca Juga : PCNU Dan Pemkot Bogor Kompak Perangi Covid 19

“Pesantren itu bagian dari lembaga pendidikan Islam. Bahkan ada yang tradisional dan ada yang modern. Untuk menanganinya butuh penanganan dan koordinasi khusus dengan ormas seperti kami, Nahdlatul Ulama,” ungkap Rommy.

Melalui koordinasi dengan ormas keislaman, lanjut Rommy, diharapkan bisa melakukan pendekatan kepada para pimpinan dan pengasuh pondok pesantren. “Apalagi jika pesantren itu pesantren tradisional yang memiliki kekhususan, maka Satgas Covid-19 Kota Bogor diharapkan untuk berkoordinasi,” tegas Rommy.

Sementara itu, untuk penanganan ke depannya, Rommy meminta pemerintah untuk memastikan pemenuhan kebutuhan serta sarana dan prasarana untuk santri maupun pesantren sebelum dilakukan SWAB massal.

Baca Juga : Sah, 14 lembaga PCNU Terima SK

“Kami mendapat masukan dari para kyai agar ketika akan dilakukan SWAB massal di lingkungan pondok pesantren, supaya dipastikan segala sesuatunya. Termasuk juga menjaga privasi santri dan pesantren untuk menjaga psikis santri maupun wali santri,” pungkasnya. (Heri)