BOGOR TODAY – Dinas Kesehatan Kota Bogor terus kebut program vaksinasi terhadap tenaga pendidik di Kota Bogor yang ditargetkan rampung pada Mei 2021 lalu. Data Dinkes, tercatat hingga saat kini sebanyak 1,337 dari 13.425 tenaga pendidik belum menerima vaksinasi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno mengatakan bahwa hampir semua guru di wilayahnya sudah melakukan vaksinasi Covid-19. Program vaksinasi terhadap guru segera rampung bersamaan dengan dimulainya Pembelajaraan Tatap Muka di sekolah.

Baca Juga : HJB Ke 539, Pulihkan Ekonomi Melalui Pameran UMKM 

Retno mencatat sudah ada 12.088 guru dan dosen di Kota Bogor yang menerima vaksin Covid-19, dari target 13.425 orang. Artinya, sudah 90 persen guru dan tenaga pendidik yang divaksinasi.

Sementara, untuk tenaga pendukung di sektor pendidikan ada 6.051 orang, dan yang sudah divaksinasi 3.642 orang atau setara 60 persen.

“Sebetulnya target selesainya pada Mei kemarin, sebelum uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM),” kata Retno, Jumat (4/6/2021).

Untuk diketahui, uji coba Pembelajaran Tatap Muka di sekolah sudah dilaksanakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor pada Senin 31 Mei 2021. Namun langkah tersebut dilakukan secara bertahap.

Baca Juga : HJB ke 539 ‘Masih’ Ditengah Pandemi COVID-19, Bangkitkan Kewaspadaan 

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi menyebut jumlah sekolah yang mengajukan PTM ada 73 sekolah, terbagi SMP dan SD. Akan tetapi untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) masih dalam validasi dan verifikasi Satuan tugas Covid-19.

“Untuk jenjang SD masih dalam verifikasi Satgas Covid-19, jadi awal kita uji coba untuk SMP dulu,” kata Hanafi.

Hanafi menyebut izin sekolah tatap muka di Kota Bogor baru diberikan kepada 37 SMP, yaitu 20 SMP Negeri dan 17 SMP Swasta. Meski ke 37 sekolah tersebut diberikan izin PTM, pelaksanaannya tetap diatur oleh Disdik.

“Setiap hari ada sembilan sekolah bergiliran melaksanakan PTM karena untuk memudahkan pengawasan dan meminimalisir penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga : AHY Belum Terpikirkan Maju di Pilpres 2024 

Hal itupun ditegaskan Wali Kota Bogor Bima Arya. Ia menyebut bahwa uji coba PTM serentak sangat berisiko, sehingga pilihan PTM bergilir menjadi opsi pelaksanaan secara teknis di awal. Bima menyebut uji coba PTM sebagai ajang perkenalan masa pendidikan di sekolah, sambil ke depan dievaluasi untuk PTM selanjutnya.

“Memang jika dilihat protokol kesehatannya sudah memadai, namun kita pelajari kelemahannya di mana dan apa saja untuk diperbaiki nantinya,” kata Bima Arya. (B. Supriyadi)