Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan)

SIAPA yang tidak kenal dengan sang legenda musik Indonesia Iwan Fals. Sang legenda ini pada jamannya sangat kental lagunya dengan kritik sosial. Diantaranya lewat lagu Oemar Bakri, Bongkar, Bento dan lain lain.

Syairnya tentang kritik sosial kepada pemerintah sangat mengena sekali, pas, dan sesuai dengan kondisi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa pada waktu itu. Sehingga lagu itu sangat booming.

Maklum karena Iwan Fals sebelum menjadi super star adalah seorang pengamen jalanan, sehingga tahu persis kehidupan wong cilik di masyarakat. Jika sebuah lagu dibuat dengan sepenuh hati dan merasakan langsung fakta yang ada. Maka lagu itu juga sampai ke hati masyarakat. Dan biasanya lagu tersebut akan langgeng sampai sekarang, dan itu terbukti , seperti 3 judul lagu di atas.

Baca Juga :  Tak Berizin, Resto Mie Gacoan di Bogor Disegel Satpol PP

Sungguh lagu-lagu Iwan Fals sangat melegenda sampai sekarang, karena syairnya dibuat dengan hati. Coba pembaca yang budiman simak syair lagu Bongkar:

Kalau cinta sudah dibuang. Jangan harap keadilan akan datang. Kesedihan hanya tontonan. Bagi mereka yang diperkuda jabatan. Wo o ya o ya o ya bongkar. Wo o ya o ya o ya bongkar.
Sabar, sabar, sabar dan tunggu. Itu jawaban yang kami terima. Ternyata kita harus ke jalan. Robohkan setan yang berdiri mengangkang. Wo o ya o ya o ya bongkar. Wo o ya o ya o ya bongkar. Wo o ya o ya o ya bongkar. Wo o ya o ya o ya bongkar
Penindasan serta kesewenang-wenangan. Banyaklagi, teramat banyak untuk disebutkan. Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan. Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan. Dijalanan kami sandarkan cita-cita Sebab di rumah tak ada lagi yang bisa dipercaya. Orangtua pandanglah kami sebagai manusia. Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta.