“Saya meminta kepada pemerintah agar mengambil langkah tegas dengan melarang WNA masuk ke Indonesia, dengan alasan berwisata maupun bekerja,” ujar Dasco.

Sementara, Epidemiolog Universitas Griffith Dicky Budiman berujar hal itu tidak akan efektif. Menurut dia, karantina para pelaku perjalanan dari luar negeri baru bisa efektif minimal 14 hingga 21 hari.

“Jelas enggak efektif jika karantina hanya delapan hari. Kecuali mereka telah divaksin Pfizer, J&J, tujuh hari bisa. Tapi kalau kalau belum divaksin, minimal 14 hari dan perlu ditambah tujuh hari kalau ada potensi dia terindikasi Delta varian. Kalau kurang dari 14 hari tanpa vaksinasi berbahaya,” ujar Dicky.

BACA JUGA :  Telaga Kautsar: Kenikmatan di Akhirat dan Golongan yang Tidak Diperbolehkan Mendekatinya

Selain itu, ia juga mencermati varian-varian baru Covid-19 ini setidaknya akan terus berkembang sampai akhir tahun. Ia khawatir, jika pemerintah tidak mengambil langkah tegas dengan pembatasan dari luar negeri, kondisi pandemi Indonesia akan semakin memburuk.

BACA JUGA :  Kabar Gembira, Perumda Tirta Pakuan Gelar Promo Pasang Baru Murah Meriah di Momentum HJB

“Situasi kita ini lagi menuju ledakan besar. Ini bukan main-main, banyak yang harus kita mitigasi, dan itu perlu fokus, sehingga jangan dulu menambah potensi bahaya dengan cara proteksi pintu masuk diperketat,” pungkasnya. (dmi/CNN/B. Supriyadi).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================