Baca juga : Terjerat Kasus Narkotika, Nia dan Ardi Bakri Diringkus Polisi

Begitupun di RS Mohammad Noer dan RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo, mereka ditolak dengan alasan yang sama. Setelah itu, Bidan yang menanganinya angkat tangan. Agustin lantas ke RSUD dr. H. Slamet Martodirdjo tanpa didampingi Bidan

“Pihak keluarga meminta bantuan Kepala Desa untuk mencarikan rumah sakit yang bersedia menerima Agustin. Desa memutuskan untuk kembali ke RS Kusuma Hospital. Tapi disana ditolak, karena suaminya sudah menandatangani pernyataan menolak dilakukan operasi,” ujarnya.

BACA JUGA :  Korsleting Listrik Lumat Rumah di Desa Pasarean Bogor

Isi suratnya menyatakan menolak dioperasi dan akan merujuk ke RS lain. Pernyataan tersebut tidak diketahui suami Agustin, Ach Hidayatullah, lantaran saat itu keluarganya dalam kondisi panik.

Nora mengungkapkan Agustin terpaksa dirujuk ke RS luar daerah dengan pertimbangan melihat kondisi bayi dan ibunya. RS Nindita, salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Sampang, bersedia menanganinya usai ada komunikasi antara Pemerintah Desa Pamaroh, Kecamatan Kadur, dengan Pemerintah Kabupaten Sampang.

BACA JUGA :  Sering Kram Kaki? Waspadai 7 Penyakit Ini sebagai Penyebabnya

“Beruntung salah satu RS swasta di Kabupaten Sampang menerima Agustin dan langsung dioperasi,” ucap Nora.

Ibu dan bayi pun selamat. Meskipun, kondisi sang anak masih dalam keadaan lemah karena orang tuanya kehabisan air ketuban lantaran berjibaku mencari RS sejak Senin (5/7/2021) mulai pukul 08.00-21.00. (nrs/CNN/B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================