Apalagi, lanjut Erni, di masa PPKM ini tidak boleh ada kerumunan, sehingga pelaksanaannya dilaksanakan selama 4 hari ke depan. Kemudian, untuk warga yang menerima BSP ini sebanyak 507 KPM, sedangkan komoditinya yaitu beras, telur, tahu, buah, sayur, ayam dan kacang-kacangan yang totalnya sebesar Rp 200 ribu.

“Jadi penyalurannya ini kita jadwal, misalnya untuk hari ini 100 orang kemudian dilanjutkan besok hingga 4 hari ke depan. Jadi yang datang ke sini tertib, tidak ada kerumunan atau antrean dan ini kita lakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak kita inginkan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Prabowo Ganti Pimpinan Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang Ditunjuk Jadi Kepala Baru

Ditempat yang sama, Lurah Muarasari, Karjono mengatakan, bahwa pihaknya menyadari e-Warong Anggrek ini lokasinya rawan. Namun, dirinya juga memiliki alasan ditunjuknya e-Warong ini karena lokasinya strategis, gampang diakses oleh tranportasi untuk menyalurkan paket BSP ke e-Warong.

BACA JUGA :  Ini 20 Negara Paling Makmur di Dunia Tahun 2026, Singapura Pimpin Asia

“Memang ini rawan, tapi setiap pelaksanaan penyaluran BSP kita selalu pantau. Begitu juga bhabinkamtibmas dan babins kelurahan selalu turun ke sini untuk membantu pengamanan selama penyaluran BSP berlangsung,” tandasnya. (Hery)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================