BOGOR TODAY – Sejumlah agen di Kota Bogor yang ditunjuk sebagai lokasi penyaluran program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Bantuan Sosial Pangan (BSP) diduga tak memiliki warung. Salah satunya di wilayah Kelurahan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Pantauan Bogor Today, pada Rabu (14/7/2021) siang, terlihat agen tersebut sedang mengemas atau memaketkan sejumlah komoditi BPNT, sekaligus menyalurkannya untuk keluarga penerima manfaat (KPM) yang tinggal di Kelurahan Semplak.

Berdasarkan Pedoman Umum E-Warong/Agen Penyalur disebutkan tidak boleh melakukan pemaketan bahan pangan, yaitu menjual bahan pangan dengan jenis dan dalam jumlah yang telah ditentukan sepihak oleh e-Warong atau pihak lain sehingga KPM tidak memiliki pilihan.

Selain itu, di agen ini juga terlihat tak nampak adanya warung yang biasa dijadikan tempat penyaluran BSP pada umumnya.

Janwar Arifin selaku Pemilik Agen Bank BNI Penyalur BPNT untuk Kelurahan Semplak menanggapinya dengan santai. Menurut dia, ditunjuknya agen miliknya menjadi tempat penyaluran BSP ini berdasarkan penunjukan BNI dan juga Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bogor.

Baca Juga :  Kota Bogor Belum Layak Disebut Kota Ramah Anak

“Dari awal kita berjualan ritel telur dan beras dan di sini gudangnya. Kemudian, mereka (BNI dan Dinsos, red) melihat ada peredaran tiap harinya di sini untuk menyuplai ke warung-warung atau suplai ke agen lainnya juga. Di situlah akhirnya agen kami ditunjuk menjadi agen untuk penyaluran BPNT atau BSP,” kata Janwar.

Ia pun mengaku hingga sekarang dirinya masih berjualan telur dan beras, dan barang-barang tersebut selalu disuplai ke beberapa wilayah khususnya di Kota Bogor, bahkan sebanyak 85 persen warung-warung disekitarnya menjadi pelanggannya.

“Iya sampai sekarang saya masih berjualan beras dan telur ke beberapa wilayah khususnya di Kota Bogor. Kemudian warung-warung di sekitar sini juga sudah 85 persen ngambil barangnya ke saya,” ucapnya.

Dalam penyaluran BSP di Agennya itu, kata Janwar, untuk 296 KPM. Namun di dalam mekanisme penyalurannya di bagi dua tahap yakni 148 KPM di hari pertama dan sisanya di hari berikutnya.

Baca Juga :  Walhi Jabar Kecam Eksploitasi Tambang di Kabupaten Bogor

“Para KPM ini akan mendapat BSP sebanyak 6 komoditi, diantaranya beras premium seberat 10 kg, telur 15 butir, ayam satu ekor dengan berat 0,8 kg, jagung 4 biji, tahu satu kap isi 6 dan buah pir 6 biji,” tandasnya.

Sementara itu, salah seorang KPM Jueni (46) mengatakan, adanya BSP ini dapat membantu meringankan beban keluarganya, terutama dalam memenuhi kebutuhan pangan untuk anak-anaknya di rumah.

“Kalau dibilang bantuan dari pemerintah ini mencukupi atau engga, tentu engga ya. Tapi dengan adanya bantuan seperti ini kami sangat terbantu, minimal bisa mengurangi belanja kebutuhan pokok untuk beberapa hari ke depan,” katanya.

Janda beranak 4 ini pun mengaku bahwa bantuan seperti ini sudah enam kali ia terima atau semenjak ditinggal oleh suaminya. Ia berharap bantuan BSP ini bisa berlanjut. (Hery)