YOGYAKARTA TODAY – Di zaman ini, kita sudah terpaut berpuluh-puluh tahun dari peristiwa-peristiwa bersejarah yang sempat terjadi sebelum kemerdekaan hingga puluhan tahun setelah kemerdekaan.

Generasi anak zaman now, tentu sudah tidak pernah mengalami bahkan mungkin sudah jarang mendengar cerita-cerita perjuangan para pahlawan kita di masa lalu.

Untuk itu penting bagi kita untuk mengajak anak & keluarga kita untuk kembali menjelajahi dan mengenang perjuangan mereka melalui peninggalan-peninggalan yang mereka wariskan pada generasi mendatang.

Berikut ini beberapa museum yang bisa kita kunjungi untuk mengenang perjuangan para pahlawan beserta peninggalannya .

  1. Museum affandi

Meseum Affandi yang terletak di Jalan Laksda Adisucipto nomor 167 ini dibangun pada tahun 1962 dengan desain yang dikerjakan sendiri oleh sang maestro. Museum ini memiliki lebih dari 300 lukisan hasil karya Affandi.

Selain 300 karya lukisan Affandi sendiri, dalam museum ini juga tersimpan lukisan dari para pelukis Indonesia lainnya, antara lain: Basuki Abdullah, Popo Iskandar, Sudjojono, Hendra Gunawan, Barli, dan Muchtar Apin. Selain itu terdapat patung karya Amrus Natalsya, dan cukil kayu poles karya keluarga Tjokot. Bagi penyuka seni, wajib banget datang ke tempat ini.

  1. Museum Monjali
Baca Juga :  Longsor Kembali Terjang Rumpin, Empat Bangunan Ambruk

Museum Monjali atau Monumen Jogja Kembali  beralamat Di jalan raya Ring road Utara Sleman Yogyakarta ini dibangun pada tanggal 29 Juni 1985 dengan upacara tradisional penanaman kepala kerbau dan peletakan batu pertama oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII.

Museum Monumen dengan bentuk kerucut ini terdiri dari 3 lantai dan dilengkapi dengan ruang perpustakaan serta ruang serbaguna. Pada rana pintu masuk dituliskan sejumlah 422 nama pahlawan yang gugur di daerah Wehrkreise III (RIS) antara tanggal 19 Desember 1948 sampai dengan 29 Juni 1949.

Dalam 4 ruang museum di lantai 1 terdapat benda-benda koleksi: realia, replika, foto, dokumen, heraldika, berbagai jenis senjata, bentuk evokatif dapur umum dalam suasana perang kemerdekaan 1945-1949.

Dalam mesum ini juga terdapat diorama Soeharto yang merencanakan serangan umum 1 Maret  serta tandu dan dokar (kereta kuda) yang pernah dipergunakan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman.

  1. Museum Gunung Merapi
Baca Juga :  Terbengkalai Karena Pandemi, Gedung Lembaga Bahasa Asing Jadi Sasaran Pencuri

Museum Gunung Merapi adalah museum bersejarah yang berfungsi sebagai sarana pendidikan, penyebarluasan informasi aspek kegungapian dan kebencanaan geoligi.

Selain itu, di museum ini juga menyimpan beberapa benda peninggalan tragedi letusan merapi. Ada pula teater yang menayangkan film dokumenter maha guru merapi.

  1. Museum Benteng Vredebrug

Museum Benteng vredeburg yang  terletak di depan Gedung Agung dan Kraton Kesultanan Yogyakarta ini pertama kali dibangun pada tahun 1760 atas perintah dari Sri Sultan Hamengku Buwono I dan permintaan pihak pemerintah Belanda yang saat itu dipimpin oleh Nicholaas Harting yang menjabat sebagai Gubernur Direktur Pantai Utara Jawa.

Museum ini sebelumnya adalah sebuah benteng pada masa penjajahan Belanda. Museum ini terbagi menjadi 4 diorama yang masing – masing memiliki koleksi peninggalan para pejuang dan miniature gambaran peristiwa penting di zaman penjajahan.

Nah, itu tadi beberapa museum yang ada di Yogyakarta. Masih banyak lagi museum – museum lain yang bisa anda kunjungi setelah pandemi berlalu. (net)