
TOBA TODAY – Sebuah video yang mempertontonkan tindakan kekerasan terhadap seorang pasien Covid-19 beredar secara masif di media sosial.
Video tersebut kali pertama diunggah akun Instagram @jhosua_lubis yang mengaku sebagai keponakan dari pasien. Dalam narasi video, pasien itu bernama Salamat Sianipar (45) beralamat di Desa Sianipar, Bulu Silape, Kecamatan Silaen, Tobasa, Sumatera Utara.
Jhosua menceritakan, pada awalnya tulang atau pamannya terpapar Covid-19, lalu dokter memintanya untuk menjalani isolasi mandiri. Namun masyarakat tidak terima, sehingga pamannya itu diasingkan dari Kampung Bulu Silape.
https://www.instagram.com/p/CRsdiyZjdxn/?utm_medium=copy_link
“Dia kembali lagi kerumahnya, tetapi masyarakat tidak terima. Malah masyarakat mengikat dan memukuli dia seperti hewan serta tidak ada rasa manusiawi,” tulis Jhosua dalam keterangan videonya, Minggu (26/7/2021).
Kata dia, Salamat tak dapat menyelamatkan diri lantaran dikelilingi sejumlah massa. Beberapa di antaranya memegang kayu berukuran panjang. Salamat sempat terduduk, namun kemudian tali yang mengikat tangannya ditarik.
Dengan demikian, Selamat tersungkur di jalanan aspal. Terlihat Salamat sempat bangun kembali, namun warga kembali mendaratkan pukulan menggunakan kayu hingga kayu tersebut patah.
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















