Sebanyak 20 tenaga kerja asing (TKA) dari China tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/7) malam. Foto: CNN Indonesia/ Muhammad Ilham.

JAKARTA TODAY – Kedatangan 20 orang tenaga kerja asing (TKA) asal China menjadi sorotan dari berbagai pihak, terlebih saat ini pemerintah tengah bergelut menurunkan laju penyebaran Covid-19 melalui Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat.

Diketahui, puluhan TKA China itu mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/7/201).

Baca juga : 20 TKA China Nyelonong Masuk Indonesia

Pakar kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah menyebut upaya pengetatan protokol kesehatan di dalam negeri menjadi tidak efektif lantaran pintu masuk dari luar negeri masih dibiarkan terbuka.

Baca Juga :  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kembali Raih Tiga Penghargaan Emas dalam ISDA 2021 Sekaligus

Artinya, kata Trubus tidak hanya masyarakat domestik saja harus yang mematuhi yang namanya PPKM Darurat. Melainkan bandara internasional wajib ditutup juga.

Baca juga : PPKM Jawa dan Bali Dinilai Tidak Efektif

Dengan demikian, pihaknya menilai kedatangan 20 TKA China merupakan bentuk ketidaktegasan pemerintah dalam mengatasi pandemi lantaran inkonsisten dengan melakukan pembiaran WNA masuk Indonesia.

“Seharusnya pemerintah berkaca dari varian mutasi luar negeri yang belakangan menyebar luas di Indonesia, hingga berujung pada lonjakan kasus. Ini menurut saya pelaksanaan dari PPKM darurat jadi setengah hati, tidak bertaji, tidak efektif,” tegas Trubus seperti dikutip cnnindonesia.com, Senin (5/7/2021)

Baca Juga :  Badai La Nina Diprediksi Bakal Datang Menjelang Akhir Tahun Ini, BMKG Sampaikan Peringatan Dini

Baca juga : Pasien Covid-19 Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Selokan

Pemerintah sejauh ini telah menerapkan pengetatan syarat bagi WNA yang hendak masuk wilayah Indonesia lewat Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 8 Tahun 2021.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua