
“Aplikasi ini kita sedang bangun. Jadi masyarakat bisa menginstal aplikasi tersebut di playstore dan di situ bisa secara langsung link ke operator kami dan dari operator di-link-kan lagi ke petugas yang ada lapangan,” terangnya.
Ia menambahkan, upaya ini sebagai salah satu bentuk pihaknya memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait penanganan kebocoran air. Terlebih pada situasi pendemi Covid-19 ada pembatasan aktivitas di kantor Perumda Tirta Pakuan.
“Dengan situasi saat ini juga kantor (aktivitas) dikurangi agar tidak terjadi kerumunan. Jadi kita nanti membagi titik-titik kebocoran, tidak perlu langsung ke kantor bisa di rumah melalui aplikasi. Lokasinya di-share lock sehingga petugas bisa langsung ke titik kebocoran,” tambahnya.
Ardhani menjelaskan, penambahan fitur pelayanan tersebut masih dalam proses sehingga belum resmi diluncurkan. Ia juga mengatakan, tidak hanya kebocoran air, pelanggan juga dapat melaporkan terkait dengan gangguan pengaliran dan kekeruhan air.
Berdasarkan catatan, kata Ardhani, petugas rata-rata menyelesaikan perbaikan kebocoran air di atas seribu titik selama satu bulan. “Rata-rata per bulan informasi dari temen-temen sampai 1.200 titik yang kita selesaikan. Kebanyakan saat ini kebocoran di pipa-pipa lama yang bermasalah disambungan karet sudah aus,” pungkasnya. (*/Hery)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















