“Kendaraan yang diputar balik cukup banyak, mereka yang di putar balik ini rata-rata wisatawan dan tidak bisa menunjukkan persyaratan Covid-19, seperti swab antigen negatif dan kartu vaksin. Untuk datanya masih kita rekap,” ujarnya.

Masih kata Dicky, pemberlakuan sistem satu arah atau one way ini sifatnya situasional, tujuannya untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalur Puncak arah Jakarta, dimana jika tidak diberlakukan satu arah akan menimbulkan kerumunan.

BACA JUGA :  Alisa Khadijah ICMI Kabupaten Bogor Hidupkan Semangat HJB ke-544 Lewat Kajian Istimewa

“Jadi one way situasional untuk menghindari kepadatan di atas (Puncak, red) yang akhirnya menimbulkan kerumunan, sehingga kami ambil tindakan untuk melakukan penutupan dari bawah untuk dilakukan one way arah bawah, jadi pengurangan arus ke bawah,” katanya.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat atau wisatawan ini untuk melengkapi persyaratan yang ada, seperti surat vaksin dan swab antigen negatif. Kemudian menaati protokol kesehatan yang sudah menjadi kewajiban.

BACA JUGA :  Makna di Balik Tawaf: Sejarah, Tata Cara, dan Hikmah yang Terkandung di Dalamnya

“Selain itu tingkat kesadaran dari masyarakat juga bahwasanya pandemi covid ini belum berakhir, jadi apabila tidak terlalu penting sebaiknya di rumah saja. Mari dukung program pemerintah yaitu ikuti vaksin,” pungkasnya. (Hery)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================