Lanjut dia, tagihan berdasarkan pemakaian rata-rata ini bisa merugikan pelanggan, dan ketika tidak adanya pemakaian maka pelanggan harus melakukan cek ulang ke kantor ataupun melalui kontak center yang dapat membuang waktu atau ketika kondisi pipa persil dalam keadaan bocor tetapi pemakaian hanya berdasarkan rata-rata maka dapat mengakibatkan penumpukan pemakaian dan rekening air menjadi sangat mahal.

BACA JUGA :  Saksikan Duel Sengit Spanyol vs Argentina, Pemkot Bogor Gelar Nobar Gratis di Plaza Balai Kota

Selain itu, Ia juga menjelaskan, ada banyak kondisi meter tidak terawat yang menyulitkan pembacaan meter air, misalnya meter air yang tertimbun sampah, benda-benda rongsokan bangunan, benda-benda berat atau meter air masuk menjorok ke dalam timbunan tanaman atau tanah di taman pelanggan.

“Contoh lainnya adalah kondisi meter terendam di dalam bak penampung, atau meter terendam karena penghuni meninggikan rumah namun meter air tetap dalam posisi semula,” jelasnya.

BACA JUGA :  Tiga Mobil Tabrakan Beruntun di Tol Jagorawi, Satu Terluka

Bukan itu saja, banyak juga kejadian meter air di cor oleh pelanggan dan menyebabkan bak meter terkunci, sehingga tak bisa dibaca oleh petugas pencatat meter untuk mendapatkan angka aktualnya. (*/Hery)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================