BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Fuad Faturhaman, seorang mantan karyawan salah satu perusahaan itu kini sukses menjalankan bisnis susu perah hewan ternak kambing etawa dengan omzet hingga tiga kali lipat gaji saat dirinya bekerja.

Pria asli Bogor ini mengaku sudah terjun ke bisnis itu sejak 2013 silam. Dirinya mengisahkan, bisnis yang telah dijalani itu berawal saat dirinya mencoba menawarkan hewan ternak kambing etawa milik orang lain ke beberapa calon konsumen.

Dari situlah, dirinya berkeinginan untuk memiliki kambing sendiri. Keinginannya semakin kuat, hingga akhirnya Fuad nekat membeli 10 ekor kambing jenis randu. Namun saat itu kegagalan menghampiri bisnisnya, dari 10 ekor kambing yang diternaknya mati satu persatu hingga tak tersisa.

Mengetahui bisnis yang dijalani Fuad mengalami kegagagalan, dirinya kerap mendapatkan amarah orang tuanya lantaran tak mendukung bisnis itu ditambah Fuad juga resign (berhenti) dari pekerjaan tetapnya.

Tak patah semangat, Fuad mencoba membeli 17 ekor kambing lagi. Perlahan bisnisnya itu mengalami kemajuan dengan diiringi ilmu pengetahuan tentang hewan dan penanganan obat-obatan yang ia dapatkan, seperti pola pakan yang teratur, kebutuhan butuhkan gizi dan kebersihan kandang.

BACA JUGA :  Takut Angkat Telepon? Kenali Phone Phobia, Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

Seiring berjalan waktu, pada tahun keempat, Fuad mulai mendapatkan prestasi penjualan yang sangat signifikan hingga mencapai tiga kali lipat gaji ketika dirinya bekerja.

“Dunia kambing ini sangat komersil, jadi harganya selalu mengikuti zaman. Tidak pernah turun,” terang Fuad kepada bogor-today.com.

Lambat laun, pengusaha muda ini mulai berekspansi ke arah lain, hal itu dilakukan untuk menutupi arus Cashflow dan pendapatan setiap harinya dengan cara beralih ke sistem bridging.

“Dari bridging itu targetnya tumbuh tapi pendapatannya belum cukup. Saya berfikir harus kemana lagi ekspansinya akhirnya saya mendapatkan setelah baca dan riset referensi untuk mulai di kambing perah lalu saya fokuskan untuk jenisnya itu jenis kambing Etawa,”katanya.

Fuad beralasan memilih kambing etawa lantaran kasta hewan kambing yang paling tertinggi. Meski etawa hanya memproduksi susu hanya sedikit, tapi nilai gizi, rasa dan kualitas sangat tinggi akan tetapi harga jualnya cukup tinggi.

Menurutnya, konsep peternakan yang ia kelola saat ini mulai mengadopsi beberapa sistem, seperti Fattening (menggemukan), Fidding (makanan), dan sistem milking (pemerahan) terlebih saat dihadapi kondisi Pandemi Covid-19, target sistem milking selalu mencapai target setiap tahunnya.

BACA JUGA :  10 Kebiasaan Sehari-hari yang Dapat Memicu Tekanan Darah Tinggi

“Jika dari segi kandungan gizi dari hasil susu kambing dan sapi, kambing paling tinggi dan menempatkan posisi pengganti Air Susu Ibu (ASI) terbaik untuk balita,” ucapnya.

Dengan demikian, Fuad mengaku kewalahan karena permintaan pasar terus meningkat. Dalam sehari, kata Fuad bisa menghasilkan 30 liter dengan harga jual Rp 40 ribu per liternya sedangkan untuk kemasan botol berukuran 250 mililiter Fuad menjual hanya Rp10 ribu yang ia pasarkan ke wilayah di Jabodetabek, Serang hingga Bandung.

“Kewalahan, peningkatan penjualan bisa mencapai tiga kali lipat. Dulu saya masukin produk ke toko dan reseler. Sekarang Alhamdulillah orang-orang pada dateng sendiri kesini.” Akunya.

Maka dari itu, jika pengelolaan dasar seperti perawatan dan manajemen pakan, kandang dan produksinya baik, kambing perah itu dapat menjadi bisnis ATM berjalan .

“Duit berdatangan sendiri dari hasil kambing perah itu, tapi harus ditunjang dengan beberapa sektor dan kualitas gizinya harus dijaga, kalau itu enggak dijaga ya berantakan,” pungkasnya. (Aditya)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================