Oleh : Heru B Setyawan (Pemerhati Pendidikan & Guru SMA Pesat School Of Talent)

Pengertian dari gotong royong menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti bekerja bersama-sama (tolong- menolong, bantu-membantu), merupakan manifestasi konkret dari semangat kebersamaan antar-masyarakat dalam bantu-membantu dan tolong-menolong.
Pada jaman dahulu, nilai gotong royong ini masih sering kita jumpai baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan.

Dimana gotong royong ini dilakukan dalam berbagai kegiatan. Bahkan dapat dikatakan bahwa budaya gotong royong merupakan sebuah tradisi yang sudah mengakar bagi masyarakat Indonesia. Berikut contoh tradisi gotong royong masyarakat pedesaan.

1.Gotong royong Rambu Solo dari Tana Toraja, 2. Gotong royong Morakka’bola dari Bugis Barru, Sulawesi Selatan, 3. Gotong royong Marsialapari di Mandailing, Sumatra Utara, 4.Gotong royong Sinoman di Jawa, dan lain-lain.

Bentuk gotong royong di masyarakat perkotaan adalah: kerja bakti, jadwal ronda, mengadakan acara keagamaan dan perayaan HUT RI, membangun sarana fasilitas umum serta ibadah.

Gotong royong juga dilakukan jika ada peristiwa kematian atau musibah yang lain, misalnya adanya banjir serta bencana alam lainnya, termasuk seperti adanya pandemi Covid 19 yang sekarang terjadi.
Setelah masyarakat pengalaman menerapkan gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat, maka saatnya sekarang gotong royong ini, kita terapkan dalam menghadapi adanya pandemi Covid 19.

Baca Juga :  Delapan Buah Celurit dan Stik Golf Disita Dari Lima Oknum Pelajar 'Badung'

Penulis sering melihat jika tetangga kita terpapar positif Covid 19 dan sedang isoman, , maka tanpa dikomando oleh pak RT, kita semua terutama tetangga terdekat akan menolong tetangga tersebut yang positif Covid 19.

Semua masyarakat Indonesia tergerak untuk membantu menanggulangi pandemi Covid 19 sesuai dengan fungsi dan kemampuan masing-masing. Tidak ketinggalan juga semua Ormas, Parpol, Sekolah, Perguruan Tinggi, pengusaha, tokoh masyarakat, Ulama/Rohaniawan, selebritis, youtuber juga berkontribusi memberikan donasinya. Sehingga manfaat dari gotong royong adalah:

1.Kebersamaan, gotong royong mencerminkan kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat. Dengan tradisi gotong royong, masyarakat mau bekerja secara bersama untuk membantu orang lain atau untuk membangun fasilitas yang bisa dimanfaatkan bersama.

2. Persatuan. Kebersamaan yang terjalin dalam gotong royong sekaligus melahirkan persatuan antar anggota masyarakat. Dengan persatuan yang ada, masyakarat menjadi lebih kuat dan mampu menghadapi permasalahan yang muncul.

3. Rela berkorban. Gotong royong mengajari setiap orang untuk rela berkorban. Pengorbanan tersebut dapat berbentuk apapun, mulai dari berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang.

Baca Juga :  Sesosok Bayi Mungil Terbungkus Kain Hitam Ditemukan Warga di Saluran Air

4. Tolong menolong. Gotong royong membuat masyarakat saling bahu-membahu untuk menolong satu sama lain. Sekecil apapun kontribusi seseorang selalu dapat memberikan pertolongan dan manfaat untuk orang lain.

5. Manusia sebagai makhluk sosial. Gotong royong dapat membuat manusia kembali sadar jika dirinya adalah makhluk sosial. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin bisa hidup sendiri, tapi butuh bantuan orang lain.

Sehingga dapat disimpulkan gotong royong menjadikan kehidupan manusia Indonesia lebih berdaya, sejahtera, nyaman dan mandiri. Dengan gotong royong, berbagai permasalahan kehidupan bersama bisa terpecahkan secara mudah, murah, menumbuhkan persatuan, musyawarah, mufakat dan menciptakan persaudaraan serta terjadinya silaturahmi antar masyarakat.

Jika tradisi gotong royong ini terus dipertahankan bahkan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia dan pemerintah. Para pejabat dan tokoh nasional memberi contoh gotong royong dengan baik, tanpa niat pencitraan.

Bukan main kritik lewat mural dan dibalas dihapus oleh pemerintah. Maka masyarakat dan pemerintah semakin mudah untuk menghadapi pandemi covid 19 ini. Sehingga pandemi Covid 19 lenyap dari bumi Indonesia, Jayalah Indonesiaku. (*)