BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Posyandu merupakan salah satu kegiatan sosial di bidang kesehatan. Sebagai upaya pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, kelompok BogorKab17 Kuliah Kerja Nyata-Tematik (KKN-T IPB 2021) berpartisipasi dalam kegiatan Posyandu Melati.

Posyandu Melati di Desa Jatisari, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor dilaksanakan secara bergilir dari hari Senin-Kamis dengan total 10 Posyandu. Walaupun di tengah pandemi Covid-19, pelaksanaan posyandu tetap berjalan sebagaimana biasa dan diadakan setiap sebulan sekali.

“Seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan posyandu diwajibkan untuk mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, pemeriksaan suhu dan selalu menjaga jarak. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penularan covid-19. Selain itu, jumlah mahasiswa juga dibatasi dengan maksimal 5 orang per posyandu” jelas Mahasiswa KKN IPB, Arizal Ibnu Rianto.

Baca Juga :  Penyalahgunaan Narkotika di Bogor Menjadi Bom Waktu, Ini Penjelasan LIPI

“Pada pelaksanaan posyandu, dilakukan tahap registrasi, penimbangan berat badan, tinggi badan, pengukuran tensi, imunisasi dan penyuluhan kepada peserta posyandu.” tambahnya.

Sekretaris PKK Desa Jatisari, Devianty menyampaikan bahwa dalam masa pandemi ini kesehatan ibu hamil, bayi, dan balita juga sangat penting.

“Dengan adanya mahasiswa KKN bisa membantu mengatur pengunjung yang datang ke posyandu agar tetap menerapkan atau menjaga protokol kesehatan, selain itu mereka juga membantu dalam penginputan data posyandu agar bisa melihat bagaimana status gizi bayi dan balita” jelasnya.

Baca Juga :  614 Rumah di Rangkasbitung Terendam Banjir, 62 Warga Diungsikan

“Harapan kami, setelah adanya mahasiswa KKN di Desa Jatisari ini mekanisme posyandu dapat memudahkan kader dalam penginputan rekap data posyandu karena sudah dibuatkan formatnya” ujar Devianty sebagai Sekretaris PKK Desa Jatisari.

Diakhir kegiatan posyandu, mahasiswa KKNT-IPB memberikan 4 jenis bibit Tanaman Obat Keluarga (TOGA) kepada masing-masing posyandu sebagai salah satu usaha untuk mengajak para kader melakukan budidaya Tanaman Obat Keluarga. Harapannya para kader posyandu turut mengajak masyarakat lainnya melakukan budidaya TOGA di masa pandemi Covid-19 ini sebagai upaya menjaga dan meningkatan imunitas tubuh. (*)