Tak hanya rumah, longsoran juga memutus akses jalan yang menghubungkan tiga Kecamatan, yakni Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, Desa Tegallega Kecamatan Cigudeg dan Desa Dago Kecamatan Parungpanjang.

Peristiwa serupa juga terjadi pada Jumat (6/8/2021) lalu. Sebuah tebing dengan kedalaman puluhan meter di wilayah Desa Cipinang mengalami longsor. Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 5.00 WIB diduga akibat curah hujan deras yang berturut – turut mengguyur wilayah tersebut.

BACA JUGA :  LPDP dan Kemenag Buka Pendanaan Riset MoRA the AIR Funds 2026, Dana Hingga Rp2 Miliar per Proposal

Menurut keterangan warga sekitar, tebing itu merupakan sisa eksplorasi galian tambang yang ada di wilayah tersebut.

Longsor yang terus menerus membuat geram Aliansi Gerakan Jalur Tambang (AGJT). Mereka menyebut kerapnya longsor di wilayah Utara Kabupaten Bogor itu diakibatkan kelalaian pemerintah lantaran membiarkan aktifitas penambangan yang terus menjamur di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor.

BACA JUGA :  Motor Hantam Pembatas Jalan di Cibinong, Dua Tewas

Ketua Aliansi Gerakan Jalur Tambang Junaedi Adhi Putra menyebut bahwa bencana longsor itu diduga kuat akibat aktifitas penambangan batu alam yang menggunakan bahan peledak.

“Ini sangat berbahaya, karena minimnya jarak rumah warga dengan lokasi penambangan terlalu dekat dan hal itu perlunya penawasan pemkab Bogor ” tegasnya. (B. Supriyadi)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================