Mengenai siswi berseragam SMKN 1 Tampaksiring dan laki-laki yang diajak mesum dalam video tersebut, kata AKBP Bayu Sutha, sejauh ini belum dilakukan tindakan.

“Belum, nanti dong. Kasihan itu kan anak-anak. Nanti Unit PPA Polres Gianyar juga koordinasi dengan Perlindungan Anak, supaya lebih profesional,” katanya.

Sementara itu, kata dia banyak masyaakat yang menshare video mesum tersebut di akun facebook. Bahkan, mereka juga mengcopy laporan model kepolisian, lalu diunggah di Tiktok. dicantumkan nama lengkap pemeran video yang masih pelajar itu.

BACA JUGA :  Pesan Jaro Ade di Proyek PSEL Bogor Raya: Jaga Kondusivitas Wilayah demi Nama Baik Bogor

Sehingga, penyebaran konten video dan laporan model kepolisian ini menjadi perhatian Komisioner Komisi Penyelenggara Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Bali, Made Ariasa. “Inilah yang masih menjadi perhatian kami KPPAD Bali bersama komponen penggiat Perlindungan Anak yang peduli akan risiko bully terhadap anak tersebut,” ujar Ariasa.

Ariasa berpesan kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan data, apalagi jika memang benar diperoleh dari petugas.

“Para pihak yang merasa memiliki info tersebut, kalau benar berita dari aparat, agar hati-hati, jangan sampai berita lengkap menyebar luas di Medsos. Cukup internal aparat saja yang tahu,” tandas pria asal Desa Mas, Kecamatan Ubud, Gianyar ini.

BACA JUGA :  Harga Bright Gas Turun Mulai 14 Juli 2026, Pertamina Pangkas Tarif Tabung 5,5 Kg dan 12 Kg

Ariasa mengingatkan, dengan penyebaran video, foto, bahkan laporan yang mencantumkan nama lengkap, justru menimbulkan masalah dan dampak bagi pemeran yang masih pelajar.

“Sebab, ini berpotensi menimbulkan kekerasan lainnya,” sesal Ariasa. (net)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================