Harga Telur dan Minyak Melejit, Pelaku UMKM Menjerit

BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Masa pandemi belum usai. Ekonomi masyarakat pun belum stabil, namun bebeerapa komoditi sembilan bahan pokok (sembako) terus merangkak mengalami kenaikan.

Pantauan bogor-today.com di salah satu pasar tradisional Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor yang mengalami kenaikan diantaranya, komoditi telur dan minyak curah.

“Iya kang harga telur lagi naik sekarang, tapi naik bertahap gak sekaligus, bisa dikatakan tiap hari naik seribu-seribu, dari harga Rp 17.000 perkilogram kini naik sampai diharga Rp 25.000 perkilogramnya,” ujar Alan salah seorang pedagang, Rabu (17/11/2021).

BACA JUGA :  JIKA INGIN KE BAITULLAH MAKA TERLEBIH DAHULU KE MASJID

Sementara itu, Unah salah seorang pedagang minyak curah mengatakan, tidak hanya harga telur yang mengalami kenaikan, harga minyak pun tak ketinggalan ikut merangkak naik.

“Minyak sayur juga lagi tinggi harganya, semula perkilogram hanya Rp 13.000 perliternya sekarang sudah sampe Rp 19,000 perliternya. Itu harga di pasar kalo di pedagang kampung bisa sampai Rp 20.000,” ungkapnya.

Disisi lain, akibat naiknya harga minyak sayur dan telur, berdampak kepada ibu-ibu rumah tangga yang harus lebih memutar otak dalam menghemat kebutuhan.

BACA JUGA :  Timnas Indonesia U-19 Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19 2026

Terlebih, dampak yang paling signifikan dirasakan oleh para pelaku Usaha Mikiro Kecil Menengah (UMKM) seperti para pelaku usaha gorengan, martabak telor, dan telor gulung.

“Pusing kang, naiknya minyak dan telur otomatis ngurangin penghasilan saya, contoh sebelum naik harga minyak dan telur, saya biasa jualan telur gulung itu sekilo telur bisa punya untung empat puluh ribuan, tapi pas udah naik paling cuma dua puluh ribuan,” keluhnya. (Disin/CR)

Bagi Halaman

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================