Sementara itu, Ketua Kadin Kota Bogor, Almer Faiq Rusydi mengatakan, Kadin Kota Bogor Mukota ke VII saat itu dirinya mendapat amanah untuk memimpin hingga 2026 mendatang. Ada landasan untuk kadin bergerak, landasan pertama peran dan fungsi kadin Kota Bogor sebagai induk organisasi. Kadin memiliki anggota luar biasa seperti HIPMI, IWAPI, Gapensi dan organisasi juga perkumpulan pengusaha lainnya.

“Belum genap satu tahun Kota Bogor telah banyak melakukan kegiatan bersama unsur stakeholder. Ini dilakukan untuk bersatu berkolaborasi dengan baik. Sedikit saya ingin mengomentari, Kadin adalah induk organisasi bukan hanya pengusaha yang bermitra dengan SKPD, saya menyambut baik bapak ibu sekalian, Wali Kota ingin membuat Kota Bogor bersih, bersih tindak pidana korupsi, transparan dan melayani,” ungkap Almer.

Almer membeberkan, dirinya juga ingin meminta izin Kadin Jabar untuk memberikan paparan agar bisa bermitra dengan KPK RI. “Jangan khawatir. Untuk senior dan rekan-rekan saya di Jasa Kontruksi, ini tantangan yang harus dijawab. Wali kota ingin tantangan untuk bersih, kami siap. Kadin Kota Bogor, Sinergi Inovasi,” tegasnya.

BACA JUGA :  Tampil Perkasa di Arcamanik, Skuat Sepak Bola Kota Bogor Hancurkan KBB 5-0

Di tempat yang sama, Ketua Kadin Jawa Barat, Cucu Sutara mengatakan, dirinya menitipkan Kadin Kota Bogor tetap menjaga sinergi dan berinovasi, titip kepada Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Kota Bogor Erik Suganda, selamat kepada Ketua Kadin Kota Bogor Almer yang telah dilantik.

Yang dilantik tadi pengusaha-pengusaha unggulan yang bisa membuat yang terbaik bagi Kota Bogor, hadirnya Forkopimda diantarnya Wali Kota Bogor Bima Arya, Ketua DPRD Kota Bogor Atang Trisnanto, Kapolresta Bogor Kota Kombes Polisi Susatyo Purnomo Condro, Dandim 0606/Kota Bogor Kolonel Inf Roby Bulan, Kejari Kota Bogor Sekti Anggraini dan bahkan Danrem 061/Suryakencana Brigjen TNI Ahmad Fauzi, bentuk dukungan sinergi inovasi di Kota Bogor.

“Kota Bogor sebagai penyangga ibukota, Investasi terbesar 18,6 persen, ekspore 21 persen termasuk Kota Bogor, jangan sampai dilantik hanya untuk diam. Ada BUMD, pengusaha hingga UMKM ada di Kadin Kota Bogor, Kadin harus berdiri di semua golongan, politik, sosial dan agama. Karena kadin milik bersama, milik semua pengusaha. Saya titip juga lakukan hal-hal yang positif, wali kota dalam hal pembangunan harus rakor dengan kadin sesuai amanat UU,” tuturnya.

BACA JUGA :  Penjualan Mobil Listrik di Indonesia Melonjak 80 Persen, Jaecoo J5 Pimpin Pasar

Cucu menegaskan, Kadin jangan hanya bicara proyek dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi tugas utama kadin menciptakan iklim usaha kondusif, sehat dan nyaman. Baik usaha kecil, besar maupun kemitraan. Kalau bisa melakukan itu, investor besar bisa datang ke Kota Bogor.

“Kami siap memfasilitasi Kadin Kota Bogor perihal apa yang diminta. Sah-sah saja dengan proyek APBD, tapi harus membiarkan contoh, proporsional dan profesional. Pengusaha jangan saling banting harga, tapi kualitas jadi korban. Beresiko bagi masyarakat jadi korban cepat hancur infrastruktur itu, atau kontraktor dipanggil APH. Maka saya minta awasi itu, pak Almer dan Pak Erik. Saya ingin mengubah mainset kawan-kawan Kadin, bagaimana membangun kota agar menjadi contoh yang baik,” pungkasnya. (Aditya).

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================