Seperti yang dirasakan Omi (41), pedagang bakso yang merasa dilema dengan naiknya harga cabai, pasalnya kenaikan harga cabai otomatis mengurangi omset, karna harus mengeluarkan uang lebih untuk salah satu bahan baku untuk berjualan bakso.

“Naiknya harga cabai setan buat kita jadi serba salah, karna kita kan menggunakan cabai yang lumayan banyak, selain buat sambel kita juga ada Bakso Lava yang bahan bakunya banyak menggunakan cabai,” ujar pedagang bakso yang akrab disapa Teh Omi.

BACA JUGA :  Telkom University dan NUS Perkuat Kolaborasi, Siapkan Talenta Digital Indonesia Berdaya Saing Global

“Kalo kita kurangin bahan cabai atau gak nyediain sambel pelanggan takutnya pada kabur, jadi mau gak mau kita harus ngeluarin uang lebih untuk membeli cabai,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pasar Tohaga Jasinga, Muhammad Iqbal saat dihubungi melalui telephon selulernya menuturkan, kenaikan harga cabai di sejumlah pasar dibenarkan, namun sebagai pengelola pasar pihaknya tidak bias berbuat apa – apa, karena UPT tidak memiliki kapasitas dalam menaikan atau menurunkan harga sembako.

BACA JUGA :  Pemerintah Usulkan BPIH Haji 2027 Naik Jadi Rp107,34 Juta, Skema Pembayaran Jemaah Diubah

“Sebenarnya bukan kapasitas kita sebagai kepala pasar kang terkait kenaikan harga cabai, tapi secara pribadi dengan naiknya harga cabai ya berdampak juga, karna kita juga penyuka cabai,” singkatnya. (Didin/CR)

Halaman:
« 1 2 » Semua

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================