
Pelaksanaan program ini ternyata tidak hanya bisa dinikmati secara langsung oleh pemilik rumah. Beberapa warga sekitar pun ikut kena imbas positif, karena proses renovasi menjadi sebuah kegiatan padat karya yang melibatkan warga sekitar sebagai tukang atau pekerja bangunan. Ini menjadi berkah tersendiri ditengah situasi kehidupan yang secara umum menjadi lebih sulit di tengah masa pandemi.
Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi untuk bisa ikut dalam program renovasi RTLH. Pertama rumah yang ditempati adalah milik sendiri. Bukan rumah dalam status sewa atau kontrak.
Selanjutnya, bangunan rumah tidak berdiri di lahan milik orang lain atau dalam status sengketa. Syarat lain, pemilik tergolong sebagai warga berpenghasilan rendah, kondisi rumah kurang pencahayaan dan jumlah jiwa yang menempati rumah tidak memadai dengan luas rumah. Pemilik mengajukan sendiri proposal permohonan bantuan lengkap dengan KTP.
“Hal ini untuk menghindari kemungkinan terjadinya bantuan ganda, sebab syarat yang juga penting dipenuhi, rumah itu belum pernah mendapatkan bantuan sejenis,” papar Hutri.
Oleh karena itu proposal yang diajukan wajib diketahui oleh RT dan RW serta kelurahan setempat. Selanjutnya didaftarkan melalui aplikasi Sahabat yang dikelola Bagian Adkesra, Sekretariat Daerah Kota Bogor. Rumah yang telah terdaftar selanjutnya akan disurvei pada aspek kelayakan teknisnya, untuk kemudian direkomendasikan mendapatkan bantuan.
Dengan capaian jumlah RTLH yang ditangani sampai akhir tahun 2021, maka jumlah RTLH yang dibantu sesuai target RPJMD 2019 – 2024 sudah hampir tercapai. Sebab di dalam RPJMD, target tersebut ditetapkan sebanyak 20.000 unit.
Termasuk yang dicatat dalam capaian ini adalah rumah-rumah yang merupakan proyek relokasi warga terdampak pembangunan rel kereta api ganda Bogor – Sukabumi. Mereka kini menetap di kawasan baru di Bojong Kerta. Setelah mendapatkan dana kerohiman dari PT KAI, sejumlah warga tergusur itu berinisiatif membeli lahan dan membangun rumah di Bojong Kerta.
”Kami kemudian membantu dalam hal penyediaan sarana prasarana umum seperti jalan, saluran, sarana air bersih serta sanitasi,” papar Hutri.
“Kolaborasi kami dengan warga disana sangat baik, sehingga mereka kini bisa menempati rumah baru di lingkungan yang lebih baik,” lanjutnya.
Program penanganan RTLH, seperti halnya program pemerintah yang lain, tetap mensyaratkan dukungan dan kerjasama masyarakat. Oleh karenanya diharapkan, ke depan banyak elemen masyarakat yang bisa ikut aktif mendukung suksesnya penanganan RTLH. Semoga ke depan rumah setiap warga Kota Bogor adalah rumah layak huni. (Advertorial)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















