
Hoaks yang dibumbui dengan provokasi dari berbagai pihak merupakan ancaman yang cukup serius bagi para pengguna medsos saat ini. Salah satu cara untuk meminimalisasi dampak dari adanya berita hoaks tersebut adalah dengan menanamkan pikiran kritis.
Dengan pikiran yang kompleks tersebut memungkinkan diri kita untuk menentukan mana yang baik dan buruk untuk diri kita. Pikiran Kritis juga dapat menambah ilmu, karena dengan pemikiran tersebut, kita diharuskan untuk terus menambah literasi kita ketika mendapatkan suatu informasi yang baru kita dengar sebelum menyebarluaskannya.
Hal tersebut dilakukan antara lain adalah untuk mendapatkan hasil yang faktual dari informasi yang kita dapatkan, lalu informasi faktual tersebut bisa kita sebarluaskan kepada masyarakat agar potensi paham radikalisme sendiri menjadi menurun. Ternyata hikmah dari pandemi Covid 19 adalah menurunnya paham radikalisme.
Berdasarkan survei BNPT bahwa tren terkait potensi radikalisme pada tahun 2017 hingga 2020 menurun terus menerus. Data yang dibawakan oleh Kepala BNPT tersebut menyebutkan bahwa pada tahun 2017 tren tersebut menyentuh angka 55,2 %, lalu pada 2019 menjadi 38,4 %, dan pada tahun 2020 menjadi 14 %.
Situasi yang sulit karena adanya pandemi Covid-19 ini bisa kita gunakan sebagai contoh bahwa dengan adanya pikiran yang kritis secara rasional dan mencari banyaknya data serta fakta sebelum menyebarluaskan suatu informasi bisa berdampak positif bagi kenyamanan masyarakat dalam bermedsos.
Pada saat sulit di pandemi tersebut yang mengharuskan banyaknya orang untuk berpikir berulang kali sebelum melakukan suatu tindakan agar terhindar dari banyaknya hal buruk pada dirinya dapat menurunkan tren radikalisme.
Hal tersebut merupakan salah satu cara dalam berpikir kritis, yaitu seseorang mengambil tindakan yang rasional dan terus berpikir tentang kemungkinan terburuk dari suatu hal sehingga mereka akan terus mencari data serta fakta dari informasi yang mereka dapat.
Maka pemikiran kritis yang baik dapat membuat adanya dampak positif bagi lingkungan sekitar kita. Salah satunya adalah dengan ikut andil menurunkan angka tren radikalisme yang terjadi di medsos.
Pemikiran yang kompleks tersebut bisa membuat banyak media sumber informasi menjadi lebih bijak dalam menyampaikan suatu berita, dan kita sendiri sebagai penerima informasi akan menjadi lebih mawas diri dalam menerimanya.
Mari kita turunkan angka tren radikalisme dengan sesuatu yang lebih bijak dalam pemilihan informasi sehingga generasi muda yang akan datang menjadi lebih aman dan tentram dalam menjalani kehidupan mereka.
Apabila bukan kita yang melakukan perubahan positif saat ini, maka siapa lagi yang akan bertanggung jawab terhadap perubahan negatif generasi kita dimasa depan. (*)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















