
BOGOR-TODAY.COM, BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana membangun Museum Pajajaran di kawasan Batutulis, Kota Bogor. Rencana tersebut sudah dikoordinasikan bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jawa Barat) dan Banten.
Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya rencana pembangunan itu dilakukan guna menghimpun dan melestarikan benda-benda bersejarah peninggalan dari Kerajaan Pajajaran.
“Inshaa Allah pada 2024 kawasan itu diubah dan akan merasakan aura suasana kerajaan Pajajaran. SD yang berdekatan dengan lokasi pembangunan itu sudah dilakukan relokasi,” terang Bima dalam giat kaleidoskop akhir tahun di Rumah Dinas (Rumdin) Walikota Jalan Pajajaran, Kamis (30/12/2021).
Pembanguan museum Pajajaran itu, sambung Bima akan diawali dengan berdirinya balai Ageung (Besar) yang akan dibangun pada awal tahun 2022.
Terkait rencana pembangunan museum ini juga, menurut Bima tentunya akan melibatkan peneliti anthropologi yang betul-betul memahami peninggalan-peninggalan lainnya dari Kerajaan Pajajaran yang diyakininya masih tercecer di kawasan Batutulis.
Berdasarkan keterangan dari juru kunci, Bima mengisahkan bahwa pihaknya beberapa bulan kebelakang mendapat informasi lokasi Prasasti Batutulis di masa Kerajaan Pajajaran merupakan tempat penobatan bagi raja-raja. Prabu Siliwangi juga dikisahkan sebagai raja di prasasti tersebut.
Namun, lantaran lokasinya tidak berada di kawasan museum Prasasti Batutulis dianggap luput dari perhatian wisatawan.
Dengan demikian, Bima ingin situs Batutulis ini menjadi perhatian publik. Sehingga dapat membangkitkan bagaimana perjalanan sejarah Bogor yang sudah ada sejak berabad-abad lalu.
“Nantinya prasasti itu akan direnovasi dan ditata, juga akan ada Selter bus jadi jika ada wisatawan yang mengunjungi museum Pajajaran begitu turun dari bus langsung sampai,” papar Bima.
Sebagai informasi, Prasasti Batutulis terletak di Jalan Batutulis, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor di dalam Kompleks seluas 17 x 15 meter.
Batu Prasasti dan benda-benda lain peninggalan Kerajaan Sunda terdapat dalam komplek ini.
Pada batu ini berukir kalimat-kalimat dalam bahasa dan aksara Sunda Kuno. Prasasti ini berangka tahun 1455 Saka (1533 Masehi). (B. Supriyadi).
Bagi HalamanFollow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














