
Sementara, Iyos mengungkapkan dirinya sempat mengira tangisan bayi itu merupakan suara kucing. Namun setelah diperiksa ada bayi mungil yang masih merah.
“Saat ditemukan bayi itu masih merah dan terlilit tali pusar juga dikerumuni semut dan ditutup daun pisang,” ucapnya.
Bhabinkamtibmas Desa Leuwisadeng, Hari Februandi menjelaskan, usai mendapatkan laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk olah TKP.
“Kami sudah melaporkan ke kapolsek dan satreskrim untuk dilakukan penyelidikan,” kata Hari.
Atas peristiwa itu, Kepala Desa Leuwisadeng Rohim Hidayatullah mengecam keras perbuatan itu, lantaran, orang tuanya tega membuang bayi tidak berdosa.
“Saat ini bayi tetap kami amankan di Bidan untuk mendapatkan perawatan, karena bayi dilahirkan secara prematur,” katanya. (B. Supriyadi).
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















