
Keesokan harinya, jemaah akan menurunkan patung-patung itu dari altar. Sebelumnya sudah disiapkan pembersih dan braso, air pembilas berupa air yang telah dibacakan doa.
“Tidak boleh sembarangan juga, bahan digunakan khusus, baik saat mencuci maupun membilasnya,” ujarnya.
Banyaknya rupang atau patung di klenteng itu, membuat waktu pencucian memerlukan waktu seharian. Patung-patung itu dikembalikan di tempat semula dan nantinya ruh dewa dewi kembali masuk ke dalamnya.
“Biasanya sore baru rampung semuanya,” kata dia.
Ayung menambahkan, perayaan Imlek di Vihara Dhanagun tahun ini, sama dengan tahun lalu, yakni penerapan protokol kesehatan menjadi disyaratkan bagi jemaah. Pernak-pernik seperti lampion dipasang seadanya, tidak sebanyak atau semewah sebelum pandemi Covid-19.
“Kita berharap hidup kita semakin normal, pandemi berakhir dan kita bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala,” pungkasnya. (B. Supriyadi)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================














