RTLH BUKAN UNTUK PANSOS

Oleh : Fahrizal / Obama (Koordinator Forum Pemerhati Perumahan Rakyat : FPPR)

RUMAH menjadi persoalan mendasar bagi kesejahteraan masyarakat setelah sandang dan pangan, sehingga rumah yang layak huni bisa menjadi indikator bagi pencapaian tingkat kesejahteraan masyarakat.

Di kota Bogor masalah Rumah Tidak layak Huni (RTLH) menjadi prioritas utama untuk segera di atasi, terbukti dalam RPJMD sepanjang tahun 2019-2024 , Pemerintah kota Bogor menargetkan sebanyak 20.000 unit Rumah tidak layak Huni untuk diperbaiki.

Baca Juga :  Rekomendasi DPRD Kabupaten Bogor Untuk LKPJ Bupati Sebagai Bahan Evaluasi

Sepanjang tahun 2021 saja Sebanyak 7.660 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Bogor telah diperbaiki, ini membuktikan keseriusan pemerintah kota Bogor dalam pengentasan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Perbaikan yang dilakukan terhadap seluruh RTLH bersifat peningkatan kualitas atau renovasi. Renovasi dilakukan untuk membuat rumah yang diperbaiki bisa memenuhi standar rumah sehat.

Baca Juga :  Kerap Banjir Saat Hujan Turun, Petugas Oranye Bersihkan Drainase

Dana tersebut bersumber dari APBN melalui DAK Bidang Perumahan, APBD Provinsi Jawa Barat melalui program Bantuan Gubernur Jabar untuk Rutilahu (Rumah Tidak Layah Huni), serta APBD Kota Bogor dan CSR beberapa perusahaan.

Halaman:
« 1 2 | Selanjutnya › » Semua