
Sebelumnya, ia juga didatangi oleh tiga orang di rumahnya. Mereka menyampaikan bahwa pemilik tanah Pekan Lelo melarangnya untuk berjualan.
Namun ia tidak percaya karena sebelum sebelumnya saat berjualan pemilik tanah tidak pernah melarangnya.
“Ya jualan seperti biasa, kuambil bangku dan jualan, ibu itu tidak ada ngomong apa apa kok,” jelasnya.
Katinem mengaku masih trauma atas kejadian tersebut. Namun demikian ia tetap harus berjualan demi menghidupi dirinya dan cucunya.
Ia berharap ada pihak yang mendampinginya saat hendak berangkat berjualan, agar kejadian serupa tidak terulang. (net)
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel
====================================== ====================================















